Wednesday, 27 May 2015

Hubungan Kesehatan Mental dengan Spiritualitas



A. Definisi Kesehatan Mental



Kesehatan mental adalah terhindarnya individu dari simtom-simtom neurosis dan psikosis. Definisi ini dapat dukungan dari kalangan psikiater.

Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan masyarakat dimana ia hidup. Untuk dapat menyesuaikan diri dengan diri sendiri orang harus menerima dirinya sebagaimana adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Di samping itu, orang harus berusaha mengenal, memahami, dan menilai orang lain secara objektif.

Menurut definisi ini, orang yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan mental sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi.

Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala kapasitas, kreativitas, energi, dan dorongan yang ada semaksimal mungkin sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain serta terhindar dari gangguan atau penyakit mental (neurosis dan psikosis).

Kesehatan mental tidak hanya jiwa yang sehat berada dalam tubuh yang sehat (mens sana in corpora sano), tetapi juga suatu keadaan yang berhubungan erat dengan seluruh eksistensi manusia. Itulah suatu keadaan kepribadian yang bercirikan kemampuan seseorang untuk menghadapi kenyataan dan untuk berfungsi secara efektif dalam suatu masyarakat yang dinamik.


B. Hubungan Kesehatan Mental dengan Spiritualitas

Sudah seharusnya di zaman yang modern ini kita sebagai manusia tidak hanya harus memiliki kecerdasan intelegensi ataupun kecerdasan emosi tetapi kecerdasan spiritual harus dimiliki. Seseorang yang mempunyai intelegensi tinggi tanpa kecerdasan emosi akan sangat percma, begitu juga intelegensi tanpa kecerdasan spiritual juga akan sia-sia. Tetapi, intinya adalah bahwa kecerdasan itelegensi, kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual harus ada dalam diri seorang manusia. Ketiga elemen tersebut saling mendukung dalam proses pembelajaran yang signifikan dan terarah.

Orang yang memiliki spiritual yang baik, maka ketika orang itu memiliki tekanan yang negatif mereka akan dapat melaluinya dengan mudah, karena ada sifat kebenaran yang bersifat ontologis naturalis; bahwa kebenaran yang didasari adanya Allah sang pencipta. Kesadaran yang muncu terhadap mental yang sehat adalah menyadari adanya prinsip ketuhanan sebagai energi bagi dirinya yang mampu menguasai dirinya sendiri maupun orang lain.



DAFTAR PUSTAKA


Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius

Santoso, J.E. 2007. The Art of Life Revolution. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo

Fenomena Depresi



Fenomena Depresi


A.) DEFINISI DEPRESI


Depresi merupakan reaksi normal terhadap peristiwa kehilangan, hambatan dalam kehidupan, atau harga diri yang terluka. Namun ketika perasaan sedih yang mendalam, tidak berdaya, putus asa dan tidak berharga itu berlangsung selama beberapa hari sampai berminggu-minggu dan menyebabkan Anda tidak bisa beraktivitas normal serta membuat Anda tidak bisa beraktivitas normal, maka hal ini bisa menjadi depresi klinis. Kondisi medis ini tidak sama dengan depresi biasa, namun dapat diobati. Menurut DSM-IV, yaitu panduan yang digunakan untuk mendiagnosa gangguan mental, depresi terjadi ketika Anda memiliki setidaknya lima dari gejala berikut ini, pada saat yang sama:


A. Hampir sepanjang hari merasa depresi, terutama di pagi hari,

B. Hampir setiap hari kelelahan atau hilang energi.

C. Hampir setiap hari merasa bersalah atau tidak berharga

D. Gangguan konsentrasi, keragu-raguan

E. Hampir setiap hari mengalami Insomnia (ketidakmampuan / sulit untuk tidur) atau hipersomnia (tidur berlebihan)

G. Hampir setiap hari merasa kehilangan minat atau kesenangan dalam kegiatan sehari-hari

H. Berulang kali memikirkan tentang kematian atau bunuh diri. Tidak takut akan kematian

I. Rasa gelisah


J. Penurunan atau kenaikan berat badan yang signifikan.


B.) PENYEBAB & GEJALA DEPRESI.


Banyak sekali istilah yang berhubungan atau mengartikan gangguan kejiwaan. Diantaranya adalah perilaku atau psikologi abnormal, perilaku maladaptif, gangguan mental, gangguan emosional, psikopatologi, disfungsi psikologi, sakit mental, gangguan perilaku, dan gila. Dalam pengelompokan istilah-istilah ini, depresi termasuk ke dalam kelompok gangguan mental atau mental disorder yang semula digunakan untuk nama gangguan-gangguan yang berhubungan dengan patologi otak, tetapi saat ini jarang digunakan. Nama ini jadi sering digunakan sebagai istilah yang umum untuk setiap gangguan dan kelainan.


Salah satu tanda utama dari depresi adalah suasan hati / perasaan yang sedih atau kehilangan minat dalam kegiatan yang biasanya di sukai. Untuk mendiagnosis depresi, tanda-tanda tersebut harus ada di sepanjang hari atau hampir setiap hari selama setidaknya dua minggu. Selain itu, gejala depresi perlu menyebabkan perasaan tertekan yang mendalam atau gangguan klinis yang signifikan. Namun perlu diperhatikan bahwa gangguan klinis tersebut bukan akibat efek langsung dari zat tertentu, misalnya pengobatan atau narkoba, serta bukan merupakan akibat dari kondisi medis, seperti hipotiroid. Terakhir, gejala yang terjadi dalam waktu dua bulan akibat kehilangan orang yang dicintai, tidak dianggap sebagai depresi klinis. Menurut Institut Nasional Kesehatan Jiwa Amerika Serikat, orang yang menderita depresi, tidak mengalami gejala yang sama. Jadi tingkat keparahan, frekuensi dan lamanya depresi akan bervariasi, tergantung pada individu dan penyebabnya. Berikut ini adalah gejala umum penderita depresi:

1. Kesulitan berkonsentrasi, mengingat detail, dan membuat keputusan


2. Kelelahan dan energi berkurang


3. Perasaan bersalah, tidak berharga, dan / atau tidak berguna


4. Perasaan putus asa dan / atau pesimis


5. Insomnia, terjaga sampai pagi, atau tidur berlebihan


6. Mudah tersinggung, gelisah


7. Kehilangan minat dalam kegiatan atau hobi yang dulu disenangi, termasuk seks


8. Kehilangan kesenangan dalam hidup


9. Terlalu banyak makan atau hilang nafsu makan


10. Nyeri atau sakit yang menetap, sakit kepala, kram, atau masalah pencernaan yang tidak berkurang bahkan dengan pengobatan


11. Perasaan sedih, cemas, atau “kosong” yang menetap


12. Berpikir bunuh diri atau mencoba bunuh diri


Depresi membawa resiko bunuh diri yang tinggi. Siapa saja yang mengungkapkan pikiran untuk bunuh diri atau berniat bunuh diri, harus ditanggapi dengan sangat serius. Segera hubungi dokter atau profesional di bidang kesehatan mental.


Peringatan tanda-tanda bunuh diri antara lain:


Berpikir atau berbicara tentang kematian atau bunuh diri

Berpikir atau berbicara menyakiti diri sendiri atau mencelakai orang lain

Perilaku agresif atau impulsif

Usaha bunuh diri yang pernah dilakukan sebelumnya, akan meningkatkan tingkat risiko untuk melakukan bunuh diri di masa depan. Setiap orang yang pernah mengucapkan bunuh diri atau kekerasan, harus ditanggapi dengan serius.


C.) JENIS-JENIS DEPRESI


Ada beberapa jenis depresi, antara lain:

1. Depresi Berat


2. Depresi Kronis (dysthymia)


3. Depresi Bipolar


4. Depresi Musiman (seasonal affective disorder / SAD, yaitu gangguan afektif musiman)


5. Depresi Psikotik


6. Depresi Postpartum


7. Substance-induced mood disorder (SIMD) yaitu gangguan mood hasil penggunaan zat tertentu.


Depresi Ganda, yaitu kondisi yang terjadi ketika seseorang dengan depresi kronis (dysthymia) mengalami depresi berat


Depresi Sekunder, yaitu depresi yang muncul setelah perkembangan kondisi medis tertentu, seperti hipotiroid, stroke, penyakit Parkinson, atau AIDS, atau setelah masalah kejiwaan, misalnya skizofrenia, gangguan panik, atau bulimia.


Pengobatan Depresi Kronis yang resisten, yaitu kondisi yang berlangsung lebih dari setahun , serta sangat sulit diobati dengan antidepresan dan psikoterapi. Untuk kasus ini, terapi electroconvulsive (ECT) biasanya merupakan pilihan pengobatan yang digunakan.Depresi Tersembunyi, yaitu depresi yang bersembunyi di balik keluhan fisik dan tidak dapat ditemukan penyebab organiknya.


D). CONTOH KASUS

Sheyna, 13 tahun, memiliki orangtua yang overprotective dan sangat menuntut supaya Sheyna mengikuti apa saja perintah yang diberikan kepadanya.

Sheyna merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara, dan hanya ia yang perempuan. Sheyna menganggap dirinya sangat bergantung pada orangtua, ditambah lagi orangtua memperlakukan Sheyna seperti anak kecil yang berusia di bawah usia dirinya.

Kedua kakak Sheyna sangat pembangkang bahkan kakak pertama Sheyna (18 tahun) pernah blak-blakan mengaku kepada orangtua mereka bahwa ia telah melakukan aktivitas seksual dengan teman di sekolah. Tentu saja, orangtua menjadi sangat marah, apalagi orangtua sangat strict terhadap isu-isu seksual. Bahkan, orangtua selalu membahas kepada Sheyna dan kedua kakak bahwa virginity itu harus dijaga hingga kelak menikah. Kondisi kakaknya ini berbanding terbalik dengan Sheyna yang sangat pasif dan penurut, serta menjadi satu-satunya anak yang dianggap “baik” oleh orangtuanya sehingga Sheyna dijuluki “Little Miss Perfect”.

Ada riwayat sakit mental di dalam keluarga Sheyna. Nenek kandung Sheyna dari pihak Ibu serta Bibi Sheyna dari pihak Ayah sama-sama menderita depresi.

Sheyna mengalami insomnia sejak ia berusia 10 tahun. Setiap malam ia mengalami kesulitan untuk tidur dan akhirnya mengganggu kegiatan belajar di sekolah. Nilai Sheyna sampai mengalami penurunan yang cukup parah, sehingga orangtua memutuskan supaya Sheyna menjalani home-schooling saja supaya Sheyna dapat mengatur waktu kapan untuk belajar. Perilaku insomnia ini dialami Sheyna pasca pertengkaran hebat di dalam keluarga, di mana kakak pertama Sheyna ternyata sampai menghamili temannya di sekolah. Pada saat itu, kondisi rumah sangat “panas”, Ayah dan Ibu selalu bertengkar setiap ada kesempatan di pagi-siang-sore-malam. Keadaan semakin memanas karena kakak pertama Sheyna sempat kabur dari rumah bersama teman yang ia hamili, sehingga memicu pertengkaran antara keluarga Sheyna dengan keluarga yang anaknya dihamili oleh kakak Sheyna tersebut. Kondisi tersebut berlangsung hingga kurang-lebih dua bulan dan sejak itu, Sheyna sulit sekali memejamkan mata seberapa pun dirinya mengantuk karena bayangan pertengkaran dan suasana memanas itu selalu menghantui Sheyna. Untuk pertama kalinya, di masa sebulan itu, Sheyna mengalami ledakan emosi yang tinggi.

Sejak saat itu, Sheyna juga semakin sering menyendiri di dalam kamar untuk menghindari pertengkaran. Bagi Sheyna, dia menjadi lebih rileks dengan berada di dalam kamar. Dia juga semakin bisa berpikir, mencari tahu, dan menganalisa segala hal yang ia senangi. Sheyna tertarik dengan politik dan memiliki pemikiran tersendiri tentang politik, misalnya ia percaya bahwa dirinya merupakan reinkarnasi dari seorang politikus Romawi di masa lalu.

Keluarga dan teman-teman Sheyna melihat Sheyna sebagai orang yang sangat rapi dan teroganisir. Sheyna senang menuliskan apapun ide-ide yang ia miliki dan menuliskan di buku diary, komputer, bahkan dinding kamarnya penuh dengan papernote yang ditempelkan secara berantakan dan berisi ide-idenya tersebut. Kebanyakan ide yang Sheyna tuliskan berisi tentang hal-hal yang selama ini dianggap tabu untuk dibicarakan di dalam keluarganya, seperti tentang dorongan seksual dan tingkat spiritualitas. Aktivitas ini semakin menjadi-jadi saat ia merasakan gairah luar biasa untuk melakukan sesuatu.

Selama proses pertengkaran di dalam keluarganya, Sheyna sempat mengalami depresi dan depresi yang ia miliki semakin menjadi-jadi karena hingga saat ini Sheyna masih menderita insomnia. Sheyna juga menderita kesulitan untuk makan dan konsentrasi. Di puncak depresinya, Sheyna akhirnya beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Beruntung, Ibu selalu menemukan Sheyna tepat waktu sehingga Sheyna masih bisa diselamatkan.


BD6

Bipolar Disorder Pada Anak dan Remaja


Istilah Bipolar Disorder (BD) dimunculkan karena pada kasus-kasus ganggguan jenis ini, anak tidak hanya akan mengalami periode episode mania (manic episodes) serta juga akan mengalami depresi (depression episodes) seumur hidup mereka. Manic dan depression sendiri merupakan dua hal yang saling berlawanan dan berbeda kutub.

Ada empat jenis mood episodes di dalam BD yaitu mania, hypomania, depresi, dan episode campuran. Ketika sedang berada dalam episode mania, maka anak akan mengalami peningkatan aktivitas fisik maupun mental. Misalnya, menjadi sangat bersemangat ketika melakukan banyak kegiatan, serta memiliki banyak ide-ide baru yang ingin diwujudkan. Sebaliknya, ketika ia sedang berada dalam episode depresi, maka ia akan mengalami penurunan aktivitas. Misalnya, anak menjadi tidak tertarik melakukan kegiatan sehari-hari, mengurung diri dalam suatu ruangan dan tertutup. Episode mania biasanya dimulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu hingga lima bulan, sedangkan episode depresi cenderung berlangsung lebih lama.

BD2

Gangguan bipolar merefleksikan adanya gangguan pada sistem motivasional yang disebut dengan Behavioral Activation System atau BAS. BAS memfasilitasi kemampuan manusia untuk memperoleh reward dari lingkungannya dan ini dikaitkan dengan positive emotional states yang dimiliki seseorang, karakteristik kepribadian seperti extrovert, peningkatan energi, dan berkurangnya kebutuhan untuk tidur.

Secara biologis, BAS diyakini terkait dengan jalur syaraf dalam otak yang melibatkan dopamine neurotransmitter dan juga terkait dengan perilaku untuk memperoleh reward tertentu. Peristiwa kehidupan yang melibatkan pencapaian tujuan atau reward diprediksi meningkatkan simptom mania. Sedangkan peristiwa positif lainnya tidak terkait dengan perubahan pada simptom mania, dan pencapaian tujuan tidak terkait dengan perubahan dalam simptom depresi. Dengan demikian, BAS dan manifestasi perilakunya, yaituperilaku untuk mencapai tujuan diasosiasikan dengan simptom mania dari gangguan bipolar.

Anak-anak dan remaja menunjukkan kemiripan dengan orang dewasa dalam hal mood yang depresif, tidak mampu untuk merasakan kesenangan, kelelahan, sulit konsentrasi, dan ide bunuh diri. Perbedaannya terletak pada tingkat usaha untuk bunuh diri dan rasa bersalah yang lebih tinggi pada anak dan remaja, sering bangun lebih awal di pagi hari, kehilangan selera makan dan kehilangan berat badan, serta depresi di pagi hari pada orang dewasa.

Terkadang depresi disebut sebagai masked depression, yaitu menampilkan perilaku agresif dan menyimpang, yang biasanya pada orang dewasa tidak dilihat sebagai refleksi dari depresi.

Masalah utama dalam melakukan diagnosis depresi pada anak-anak terletak pada komorbiditas dengan gangguan lain, misalnya kecemasan. Lebih dari 70% dari anak-anak yang depresi juga memiliki gangguan kecemasan atau simptom kecemasan yang signifikan. Anak-anak yang berusia lebih muda cenderung mengalami pengalaman depresi yang parah dan membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhan.

Secara umum, depresi muncul kurang dari 1% pada anak-anak prasekolah dan 2–3% pada anak usia sekolah. Pada remaja, rata-rata penderita depresi sama dengan orang dewasa, dengan rata-rata 7-13% dan lebih banyak muncul pada anak perempuan.

Masalah genetis adalah faktor umum yang menjadi penyebab BD. Anak yang memiliki salah satu orangtua dengan BD memiliki resiko mengidap penyakit yang sama sebesar 15-30%. Apabila kedua orangtuanya mengidap BD, maka anak-anaknya beresiko mengalami BD sebesar 50-75%. Kembar identik dari seorang pengidap BD juga memiliki resiko tertinggi akan juga mengalami BD dibandingkan anak yang bukan kembar identik.

Orangtua dengan anak yang mengalami depresi biasanya juga memiliki saudara dekat (first-degree relatives) yang mengalami mood disorder. Ibu yang mengalami depresi juga besar kemungkinan akan memiliki anak yang juga mengalami depresi.

Secara fisiologis, salah satu faktor utama penyebab seseorang mengidap BD adalah karena terganggunya keseimbangan cairan kimia utama di dalam otak seperti hormon norepinephrin, dopamine, dan serotonine. Sebagai contoh, ketika seseorang yang mengalami BD dan kadar dopamine dalam otaknya sedang tinggi, maka saat itu ia akan merasa sangat bersemangat, antusias, dan agresif.

Ada pula Central Nervous System (CNS) yang mempengaruhi mood seseorang. Pentingnya pengaruh CNS pada mood seseorang sudah diketahui sejak lama, diawali dengan adanya penelitian terhadap orang dewasa yang diberi obat reserpine untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Hasilnya, 20% dari orang tersebut menjadi mengalami depresi parah. Sejak saat itu, diketahui bahwa reserpine memang menurunkan pergerakan dari monoamine neurotransmitters (norepinephrin, dopamine, dan serotonine) dalam CNS. Penemuan ini mengarahkan pada munculnya monoamine hypothesis, yaitu penurunan monoamine neurotransmitters menyebabkan depresi. Hipotesis ini rpada perkembangan pengobatan trycyclic antidepressant, seperti imipramine, yang menyebabkan peningkatan monoamine neurotransmitters dan mengurangi perasaan depresi.

Penelitian selanjutnya menemukan bahwa monoamine hypothesis terlalu sederhana karena ditemukan juga neurotransmitters lainnya yang banyak berpean dalam depresi. Ada pula peranan hypothalamus-pituitary-adrenal (HPA) yang merespon stress.

Sementara itu, secara psikologis, seseorang yang mengalami banyak tekanan dari dalam maupun luar dirinya akan dapat mengalami disstres berkepanjangan. Apabila tidak ditambah dengan strategi pemecahan masalah (coping) yang memadai, maka ia pun dapat menderita BD.

Pola asuh orangtua yang neglectful dan abusive juga mempengaruhi perkembangan anak, di mana anak berkemungkinan untuk mengalami depresi yang disebabkan oleh stress. Bayi atau anak yang masih kecil yang belum mampu melakukan regulasi emosi atau mood negatif akan mengalami mood negatif lebih sering dan memakan waktu lebih lama, di mana hal ini meningkatkan kemungkinan mereka untuk mengembangkan perilaku BD pada masa anak-anak dan remaja. Regulasi emosi ini mengacu pada proses pengaturan pengendalian, dan modifikasi dari emotional arousal untuk menghasilkan perilaku yang adaptif. Tujuan utama dari regulasi emosi pada bayi adalah supaya mereka mempelajari cara untuk meregulasi dorongan emosi yang disebabkan stress fisiologis, seperti kebutuhan untuk mendapatkan makanan. Meskipun bayi memiliki kemampuan untuk menenangkan diri sendiri di masa-masa stressful, namun pengaturan terhadap dorongan tersebut harus dibantu oleh orang lain seperti dengan digendong, diberi makan, dan diberi kehangatan emosional.



Refrensi :


Wiramihardja, Sutardjo A. (2004). Pengantar Psikologi Klinis.

       Bandung: Penerbit PT. Refika Aditama (2004).

Basuki, A.M Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma


Kolom Psikologi (19 Oktober 2013). Bipolar anak. Diperoleh 27 Mei 2015, dari https://kolompsikologi.wordpress.com/2013/10/19/bipolar-anak/


Dokita. (2015). Apa Itu Depresi. Diperoleh 27 Mei 2015, dari http://dokita.co/blog/apa-itu-depresi/





Sunday, 29 March 2015

Sejarah, konsep, dan perbedaan konsep Barat dan Timur Kesehatan Mental

Sejarah Kesehatan Mental

Sejarah membuktikan pada zaman homo sapiens, nenek moyang kita dahulu mengalami gangguan-gangguan mental. Mereka mengalami berbagai kecelakaan dan demam yang merusak mental mereka, dan mereka merusak mental orang-orang lain dala perkelahian-perkelahian. Sejak saat itu manusia dengan rasa putus asa selalu menjelaskan penyakit mental, mengatasinya, dan memulihkan kesehatan mental. Mereka menggabungkan kekalutan-kekalutan mental dengan gejala alam, pengaruh buruk orang lain, atau roh-roh jahat.
Semua nenek moyang homo sapiens kadang-kadang harus sangat memperhatikan kesehatan mental. Ia mungkin menghibur seorang temannya yang sedang kebingungan, atau berteriak dengan menatap langit yang gelap untuk menjernihkan pikiran ketika bangun dari mimpi buruk dicakar harimau. Di zaman sekarang manusia masih berusaha menjelaskan penyakit mental dan persoalan menghilangkan penyakit mental tersebut—dan hal ini menjadi teka-teki yang paling sulit selama berabad-abad.
Sejarah yang tercatat melaporkan berbagai macam interpretasi mengenai penyakit mental dan cara-cara menguranginya atau menghilangkannya. Pada umumnya hal tersubut mencerminkan tingkat pengetahuan dan kecenderungan-kecenderungan religius, filosofis, dan keyakinan-keyakinan serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat zaman itu. Usaha-uasaha lebih awal dalam mengenai masalah tersebut penuh dengan kesulitan, dan perkembangan ilmu kesehatan mental sangat lambat. Hal ini disebabkan dua hal, pertama, sifat dari masalah-masalah yang disebabkan oleh tingkah laku abnormal membuatnya menjadi hal tersendiri karena perasaan takut, malu, dan bersalah dalam keluarga-keluarga dan masyarakat dari para pasien. Oleh karena itu, penanganan terhadap orang-orang yang sakit mental diserahkan kepada negara atau lembaga agama yang menjadi pelindung baik tingkah laku kelompok ataupun tingkah laku individu. Kedua, perkembangan semua ilmu pengetahuan begitu lambat dan sporadis, dan banyak kemajuan sangat penting yang telah dicapai mendapat perlawanan yang sangat keras. Meskipun benar bahwa pada masa-masa awal orang yang sakit mental dipahami secara salah atau diperlakukan kurang baik, namun banyak orang normal/sehat bukanlah orang-orang yang paling bahagia.

KONSEP SEHAT

Konsep Sehat itu adalah sebuah keadaan normal yang sesuai dengan standar yang diterima berdasarkan kriteria tertentu, sesuai jenis kelamin dan komunitas masyarakat. Itu adalah pengertian sehat yang saya mengerti pada awalnya. Dan setelah sekian lama Sehat Kita Semua tidak memposting makan pada kali kesempatan ini setelah vakum cukup lama akan memberikan hal sedikit tentang beberapa hal yangb berhubungan dengan konsep dan pengertian sehat ini. Hidup sehat dan dalam kesehatan akan sangat membantu kita dalam melakukan berbagai macam aktifitas kehidupan sert arutinitas yang bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bila dalam keadaan sekita atau poun kurang sehat maka hal ini akan mempengaruhi akan produktifitas kita juga.Dimulai dari apa yang dimaksud dengan pengertian sehat ini. Pengertian sehat menurut WHO adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Dan beberapa pengertian sehat lainnya yaitu diantaranya : 1. Sehat adalah perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesuaian diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural. ( Menurut Pender, 1982 ) 2. Sehat / kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.( Menurut UU N0. 23/1992 tentang kesehatan) 3. Sehat adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care Resouces) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri ( self care actions) secara adekuat. Self care Resouces : mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap. Self care Actions merupakan perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahankan dan meningkatkan fungsi psikososial dan spiritual. (Menurut Paune, 1983)

Konsep Timur dan Barat

Kesehatan mental dipengaruhi oleh budaya pada masing-masing negara. Kesehatan dan gerakan kesehatan mental dipengaruhi oleh budaya pula. Seseorang dapat dikatakan sehat atau sakit mental bergantung pada budaya masing-masing (Marsell dan White, 1984). Hubungan kebudayaan dengan kesehatan mental dikemukakan oleh Wallace tahun 1963, yaitu:
Kebudayaan yang mendukung dan menghambat kesehatan mental. 2. Kebudayaan memberi peran tertentu terhadap penderita gangguan mental. 3. Berbagai bentuk gangguan mental karena faktor kultural, dan 4. Upaya peningkatan dan pencegahan gannguan mental dalam telaah budaya.    Selain itu budaya juga mempengaruhi tindakan penanganan yang dilakukan terhadap         gangguan mental itu sendiri. Dengan kata lain Konsep kesehatan mental pada suatu budaya tertentu harus dipahami dari hal-hal yang dianggap mempunyai arti dan bermakna pada suatu budaya tertentu, sehingga harus dipahami dari nilai-nilai dan falsafah suatu budaya tertentu.
Perbedaan pada kesehatan mental pada budaya timur dan barat. Konsep barat adalah bersifat dualistik yaitu mengibaratkan manusia sebagai mesin yang dipengaruhi oleh dominasi medis. Sedangkan timur lebih bersifat holistik yaitu melihat secara keseluruhan dan saling berkaitan sehingga berpengaruh pada cara penanganan terhadap penyakit.

Referensi

Rizke.(2015).Tugas 1 Kesehatan Mental: Sejarah Kesehatan Mental, Konsep sehat, Perbedaan Konsep Kesmen Barat dan Timur.https://rizkenandiniati.wordpress.com/2015/03/15/tugas-1-kesehatan-mental-sejarah-kesehatan-mental-konsep-sehat-perbedaan-konsep-kesmen-barat-dan-timur/, 15 Maret 2015.

Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius.

Friday, 9 January 2015

Dampak Sosial dari Interaksi Manusia dan Internet

PSIKOLOGI DAN INTERNET DALAM LINGKUP TRANSPERSONAL 
(Dampak Sosial dari Interaksi Manusia dan Internet)

Manusia dan Internet merupakan sebuah interaksi yang sangat melekat pada masa kini, manusia sangat membutuhkan internet untuk kebutuhan sehari-hari. Internet sangat universal untuk interaksi manusia baik untuk pekerjaan, tugas sekolah atau kuliah, maupun komunikasi untuk kepentingan pribadi. Internet kini sangat mudah diakses dan terjangkau untuk kalangan masyarakat bawah hingga atas, semua orang bisa dengan mudah mengakses internet kapan saja serta dimana saja.  Internet sangat berpengaruh terhadap pekerjaan, karena internet memang sangat menguntungkan untuk penggunanya. Teknologi internet sangat mempengaruhi perilaku manusia, dimana teknologi ini dapat menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lain  dibelahan dunia lain. Penggunaan internet sebagai salah satu cara untuk mengurangi loneliness. Pada individu yang mengalami loneliness apabila ia banyak menghabiskan waktu banyak waktu sendirian di depan computer baik di kantor maupun dirumahnya maka orang tersebut akan menyediakan waktu lebih sedikit untuk hubungan tatap muka di dunia nyata dan mengurangi kesempatannya untuk berinteraksi dengan orang lain.
Dampak Internet Terhadap Masyarakat Luas Dari Berbagai Tinjauan Bidang Psikologisnya
Kemajuan teknologi saat ini semakin mempermudah semua orang untuk mengakses internet, kini internet tidak lagi hanya dapat diakses melalui komputer, akses internet melalui handphone juga semakin mudah. Kemudahan ini mempunyai dampak yang sangat besar efeknya, baik efek positif maupun efek negatif. Efek positif yang didapat karena semakin mudahnya akses internet antara lain adalah masyarakat akan menjadi lebih aware dan pintar karena informasi yang tersedia di internet, kesenjangan informasi juga akan semakin berkurang karena semua orang bisa mendapat informasi yang sama melalui internet, akan tetapi akan selalu ada dua sisi dari seemua hal, efek negatif dari internet pun tidak kalah besar dari efek positif yang diberikan. Kemudahan akses internet apabila tidak diawasi penggunaannya akan berakibat fatal, karena bisa saja informasi-informasi yang kurang baik atau bahkan informasi yang salah bisa diakses oleh orang-orang yang tidak bisa menyaring informasi tersebut kemudian mempunyai dampak yang besar tidak hanya bagi dirinya tapi juga bagi orang lain disekitarnya. Apabila ditinjau dari segi positif terhadap psikologis seseorang internet mempunyai dampak sebagai berikut:
a.   Membuat masyarakat menjadi lebih inovatif dan kreatif karena mudahnya akses informasi yang diberikan internet.
b.      Membuat masyarakat lebih sadar mengenai hal-hal yang terjadi disekitarnya.
c.    Mengikis kesenjangan informasi antara masyarakat desa dan kota, karena masyarakat desa pun kini bisa mengakses informasi yang sama dengan masyarakat yang ada di perkotaan.
Sedangkan segi negatif yang diberikan internet dilihat dari psikologisnya adalah sebagai berikut:
a.  Mengikis kecintaan masyarakat kepada budaya aslinya, akses mudah yang diberikan internet mengenai dunia luar bisa mempengaruhi kebudayaan suatu masyarakat.
b.      Mempengaruhi pola pikir masyarakat menjadi sekularisme.
c.      Merusak moral mayarakat dengan banyaknya situs porno dan perjudian.
Peran Internet
a.     Mediasi
Mediasi adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak.
b.     Model of Consciousness
Model of Consciousness adalah penjelasan teoritis yang menghubungkan antara bagian kesadaran dalam otak manusia dan fenomena kesadaran. Meskipun teori mengenai model of consciousness sangat beragam, namun benang merah dari semua pendekatan yang beragam tersebut adalah mempelajari korelasi antara aktivitas otak dan aspek kesadaran manusia.
c.      Collective Unconsciousness
Adalah bagian dari psikoanalisis yang dikemukakan oleh Carl Jung, collective unconsciousness adalah bagian dari unconscious mind yang terdapat di dalam manusia dan semua bentuk kehidupan yang memiliki sistem saraf, dan menjelaskan bagaimana struktur dari psyche secara otomatis mengorganisir berbagai macam pengalaman
Contoh Dampak Sosial Interaksi Manusia dan Internet Dari Berbagai Tinjauan Bidang Psikologisnya
Dari Michelle Weil, seorang psikolog dan pengarang buku terkenal.
Seorang gadis yang di jauhi teman-temannya lalu kemudian menghabiskan waktu untuk mojok dan berchatting ria dengan menampilkan karakter yang sangat kontradiktif dengan karakter aslinya. Akibatnya, lama kelamaan ia semakin jauh dengan teman-temannya, bahkan tidak bisa menerima diri apa adanya. Menurut Eric Fromm, kondisi ini dinamakan neurosis. Jika kondisi ini berkepanjangan akan mengakibatkan gangguan jiwa yang serius. Michelle menambahkan, bahaya latennya adalah terbentuknya kepribadian online yang beda dengan aslinya.
Sumber :
Tabel Tim Penyusun
No
NPM
Nama
Kinerja
Link
1
11513472
ASYIFA ALAFI ANDARI ARYA
Peran internet
2
12513852
ELAN HANDAYANA
Penjelasan hubungan manusia dan internet
3
13513982
HAWA ANINDITA BUDIARGA
Dampak internet dalam bidang psikologis segi Positif
4
15513286
MARIA THAHERA
Contoh dampak sosial interaksi manusia dan internet
5
16513753
OCTAVIA PURI LESTARI
Penjelasan dampak internet dalam bidang psikologis
6
16513626
NUR RASIANA PUTRI
Dampak internet dalam bidang psikologis segi negatif

Saturday, 29 November 2014

Computer Supported Cooperative Work (CSCW)


No

NPM

NAMA

KINERJA

LINK



1

11513472

Asyifa Alafi Andari Arya

Pengertian



http://asyifaalafiaa.blogspot.com/2014/10/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html







2

12513852

Elan Handayana

Sejarah








 http://omkojek.blogspot.com/2014/11/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

3

13513982





Hawa Anindita Budiarga

Tujuan

 http://hawaaninditaa.blogspot.com/2014/10/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

4

15513286

Maria Thahera

Interaksi

http://mariathahera11.blogspot.com/2014/10/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html





5

16513753

Nur Rasiana Putri

Groupware







 http://octaviapuri.blogspot.com/2014/10/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html

6

16513626

Octavia Puri Lestari

Contoh

 http://rasianaputri.blogspot.com/2014/10/2PA04-TugasIII-Kelompok5-ComputerSupportedCooperativeWork.html







PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL



Computer Supported Cooperative Work (CSCW)



CSCW adalah kependekan dari “Computer Supported Cooperative Work”. CSCW merupakan 
pemahaman cara orang bekerja dalam kelompok dengan teknologi yang memungkinkan 
jaringan komputer, dan terkait perangkat keras, perangkat lunak, layanan dan teknik.
Pada tahun 1984 : Konsep CSCW diperkenalkan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman. 
Mereka menggabungkan kerja koperasi individu melalui jaringan, hardware, software dan lain-lain 
dengan tujuan untuk memberikan perbaikan yang identik untuk beberapa individu yanng berkerja 
pada produksi yag sama atau berbeda processes.
Pada tahun 1987 : Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep Collaborattive Learning-Work. 
Menurut Carstensen dan Schmidt, alamat CSCW “ Bagaimana kegiatan kerja sama 
dan koordinasi mereka dapat didukung deng cara sistem komputer. 
“ Di satu sisi banyak penulis menganggap bahwa CSCW dan  
groupware adalah sinonim. Disisi lain ada juga yang mengklaim bahwa groupware mengacu pada 
sistem berbasis komputer nyata, sedangkan CSCW berfokus pada studi alat dan teknik groupware 
serta efek psikologis, sosial, dan organisasi mereka.
Pada tahun 1991    :   Wilson mengungkapkan perbedaan antara dua konsep. 
CSCW adalah sebuah istilah generik yang menggabungkan pemahaman cara orang 
berkerja dalam kelompok dengan teknologi yang memungkinkan jaringan komputer 
dan perangkat keras yang terkait, perangakat lunak , layanan dan teknik.

Tujuan CSCW:
1.      Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi 
teknologi.
2.      Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan.

CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses 
interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:
a.       Komunikasi yang normal antar manusia
Dibagi atas dua yaitu:
Komunikasi face-to-face
Pada komunikasi ini, tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa 
tubuh dan tatapan mata. Misalnya:
-          Personal Space
-          Kontak dan tatapan mata
-          Gerak isyarat dan bahasa tubuh
-          Back channel
-          Turn-taking
Percakapan
Terdapat dua prinsip ucapan antara lain:
-          relevan artinya bahwa suatu ucapan harus sesuai dengan topik tertentu.
-          helpful artinya suatu ucapan harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak ada 
ambigu dari pemahaman pendengar.
b.      Komunikasi berbasis teks
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
-          discrete; pesan langsung seperti dalam:
~         Electronic Mail  (email)
Merupakan system CSCW yang bersifat asynchronous yang tidak mengharuskan user bekerja 
pada waktu yang bersamaan. Penerima email tidak harus membuka suratnya pada waktu yang 
sama dengan terkirimnya surat.
-          linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
-          non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
-          spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi.

Hasil CSCW biasanya disebut Groupware. Groupware adalah jenis software yang membantu 
kelompok kerja yang terhubung ke jaringan untuk mengelola aktifitas mereka. Groupware 
dapat diklasifikasi dalam beberapa cara, salah satunya adalah dimana dan kapan seseorang peserta 
mengikuti kerja kelompok. Hal ini dapat diringkas dalam matriks time/space. Dimensi space 
dapat juga suatu dimensi secara geografis dan dibagi dalam co-located (tempat yang sama) 
dan remote (tempat yang berbeda). Contoh e-mail dan video conferencing yang bekerja pada jarak 
yang jauh. Sumbu time dibagi menjadi system synchronous dan asynchronous. Contoh telepon 
merupakan komunikasi remote synchronous dan post-it notes merupakan suatu 
asynchronous co-located. Gambar di bawah ini menunjukkan suatu cooperative work yang mendukung 
pembahasan
·         Computer-mediated communication: Mendukung komunikasi antar partisipan
·         Meeting and decision support systems: Menangkap pemahaman secara umum.
·         Shared application and artifacts: Mendukung interaksi partisipan dengan berbagi pekerjaan.

Sumber:
-          https://fauziaputri.wordpress.com/2013/12/01/computer-supported-cooperative-work-cscw/
-          http://khanissaa.wordpress.com/2013/12/28/psikologi-dan-internet-dalam-lingkup-interpersonal-ke-3/
-          http://ziezaahh.blogspot.com/2012/11/computer-supported-cooperative-work-cscw.html
-          http://xiaolichen14.wordpress.com/2012/11/02/cscw-computer-supported-cooperative-work/