Thursday, 3 July 2014

Energi

Energi adalah kemampuan untuk mengatur ulang suatu kumpulan materi atau dengan kata lain, energi adalah kapasitas atau kemampuan untuk melaksanakan kerja, suatu bentuk kekuatan yang dihasilkan atau dimiliki oleh suatu benda, untuk melakukan usaha seperti mendorong dan menggerakkan suatu benda.

Energi potensial
energi potensial dari sebuah sistem adalah energi yang dihubungkan dengan konfigurasi ruang dari komponen-komponennya dan interaksi mereka satu sama lain.

Energi kinetik
Energi kinetik adalah bagian energi yang berhubungan dengan gerakan suatu benda.

Energi Internal
Energi internal adalah energi kinetik dihubungkan dengan gerakan molekul-molekul, dan energi potensial yang dihubungkan dengan getaran rotasi dan energi listrik dari atom-atom di dalam molekul

Sifat fisika, cabang fisika dan hubungannya dengan pengetahuan
Sifat Fisika
-Sifat fisika merupakan sifat materi yang dapat dilihat secara langsung dengan indra.
-Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk zat baru
-Sifat fisika diantaranya adalah : wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan dan kekentalan.

Pengertian, Sifat Materi, Perubahan Materi dan klasifikasi materi

Pengertian, Sifat Materi, Perubahan Materi dan klasifikasi materi
Pengertian
Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Semua benda yang kita temui tersusun oleh materi. Makin besar massa suatu benda, makin banyak materinya dan sebaliknya. Suatu materi apapun bentuknya ada 3 wujud, yaitu padat, cair, gas. Berdasarkan hasil penelitian terbaru muncul wujud zat yang keempat yaitu plasma.
Sifat-sifat materi
Ketiga wujud materi yang sudah kita bahas pada dasarnya memiliki sifat-sifat tertentu. Secara umum sifat tersebut dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu sifat kimia dan sifat fisika.
Perubahan Materi
Perubahan materi adalah perubahan sifat suatu zat atau materi menjadi zat yang lain baik yang menjadi zat baru maupun tidak. Perubahan materi terjadi dipengaruhi oleh energi baik berupa kalor maupun listrik.
Klasifikasi Materi
Para ilmuwan mengklasifikasikan materi menjadi dua kelompok yaitu :
1.      zat tunggal (unsur dan senyawa)
2.      Campuran
Pengenalan Unsur dan Sistem Periodik Unsur

Evolusi

Evolusi ialah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama.

Dikenal 2 macam evolusi:

1. Evolusi progresif :
evolusi meonju pada kemungkinan dapat bertahan hidup (survive).

2. Evolusi regresif (retrogreslf) :
evolusi menuju pada kemungkinan menjadi punah.

Teori evolusi merupakan perpaduan antara ide (gagasan) den fakta (kenyataan). Yang dianggap sebagai pencetus ide evolusi ialah Charles Darwin (1809-1892) yang menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, dengan judul “On the ofiginof species by means of natural selection” atau “The preservation of favored races in the struggle for life”.

Alfred Wallace (1823-1913) secara terpisah mengembangkan pemikirannya dan menghasilkan konsepsi yang sama dengan pendapat Charles Darwin.

Joseph Hooker, teman Charles Darwin menggabungkan tulisan Alfred Wallace den Charles Darwin. Judul kedua tulisan tersebut menjadi “On the tendency of species to from vafieties and on the perpetuation of vafieties and species by natural means of selection”.

Yang dianggap mengilhami Charles Darwin dengan gagasan evolusinya adalah

1. Jean Baptiste Lamarck (ahli biologi Perancis, 1744-1829).
Yang idenya mengenai evolusi dituangkan dalam bukunya “Philosophic
Zoologique”.

Inti isi buku tersebut :

1.1. Alam sekitar/lingkungan (environment) mempunyai pengaruh pada
ciri-ciri/sifat-sifat yang diwariskan.
1.2. Ciri-ciri/sifat-sifat yang didapat (auquired characters) akan
diwariskan kepada keturunannya.
1.3. Organ yang digunakan akan berkembang, sedan” yang tidak
digunakan akan mengalami kemunduran.

2. Sir Charles Lyell (ahli geologi Inggris, 1797-1875).
Yang menerbitkan buku mengenai prinsip-prinsip geologi “Principles
of Geology” (1830) menyatakan bahwa batuan, pulau-pulau dan
benua selalu mengalami perubahan.

3. Thomas Robert Mathus (ahli ekonomi den kependudukan Inggris).

Pro dan kontra tentang berbagai pendapat tentang masalah evolusi

1. Lamarck vs Weismann :
Weismann (biologiawan Jerman 1834-1912) menentang pendapat Lamarck mengenai diturunkannya sifat-sifat yang diperoleh.

Percobaannya : Dia mengawinkan 2 ekor tikus yang dipotong ekornya ternyata keturunannya tetap berekor panjang. Keadaan ini tetap berlangsung meskipun dilakukan sampai 20 generasi.
2. Lamarck vs Darwin :
Mereka berbeda pendapat mengenai “munculnya” jerapah berleher panjang.

Menurut Lamarck : semula jerapah berleher pendek karena makanan yang berupa daun makin berkurang maka dari generasi ke generasi leher jerapah semakin panjang untuk menjangkau daun yang semakin tinggi letaknya.

Menurut Darwin : dalam populasi jerapah ada yang berleher panjang dan berleher pendek. Dalam kompetisi mendapatkan makanan jerapah berleher panjang tetap bertahan hidup jerapah berleher pendek lenyap secara perlahan-lahan.

3. Spesiasi atau terjadinya spesies baru:
Ada pendapat spesies baru bisa terjadi dari spesies yang sudah ada karena interaksi antara faktor luar dan faktor dalam. Mekanismenya dapat dijelaskan dengan rumus :

F = G + L,

F = fenotip,
G = genotip,
L = lingkungan

maka bila F1 Þ F2 Þ F3 Þ F4 Þ F5 Þ ………….. F12, dimana F12 mungkin sudah jauh berbeda dengan F1 sehingga F12 dapat dinyatakan sebagai spesies baru

Untuk dapat memahami masalah evolusi, perlu dipahami pengertian-pengertian berikut :

A. Pengertian Spesies
Populasi-populasi yang masih mungkin mengadakan pertukaran gen dikatakan termasuk dalam satu spesies.
Variasi atau perbedaan morfologi fisiologi ataupun kelakuan tidak menjadi alasan dipisahkannya dua populasi menjadi dua spesies yang berbeda.

B. lsolasi Reproduksi
Barier (hambatan) geografik dapat memungkinkan terjadinya pemisahan dua populasi (allopatric) keadaan ini memungkinkan terjadinya isolasi reproduksi meskipun kedua populasi tersebut berada dalam satu lingkungan kembali (sympatrik).

C. Macam-macam Isolasi Intrinsik
1. Mekanisme yang mencegah/menghalangi terjadinya perkawinan:
1.1. Isolasi ekogeografi
1.2. Isolasi habitat
1.3. Isolasi iklim/musim
1.4. Isolasi perilaku
1.5. Isolasi mekanik

2. Mekanisme yang mencegah terjadinya hibrida:
2.1. Isolasi gamet
2.2. Isolasi perkembangan
2.3. Ketidakmampuan hidup suatu hibrida

3. Mekanisme yang mencegah kelangsungan hibrida:
3.1. Kemandulan betina
3.2. Eliminasi hibrida yang bersifat selektif

D. Spesiasi Sebagai Akibat Adanya Poliploid
Contoh : pada tanaman bunga Oenothera lamarckiana yang mempunyai
14 kromosom, karena adanya peristiwa gagal berpisah (non-
disjungtion) terjadi keturunan dengan 28 kromosom yang
kemudian diberi nama Oenothera gigas.

Kedua Oenothera tersebut dibedakan spesiesnya oleh karena
pada persilangan antara keduanya akan menghasilkan
keturunan yang triploid dan kemudian ternyata steril.

E. Radiasi Adaptif
Contoh klasik radiasi adaptif adalah variasi dari burung finch di kepulauan Gallapagos, perbedaannya pada besar dan bentuk paruh, kebiasaan makan dan pada kelakuan yang lain.

F. Divergensi, Kepunaban, Konvergensi
Peristiwa radiasi adaptif merupakan peristiwa dimana dari satu spesies timbul dua atau beberapa spesies.

Kalau dibuat garis keturunannya maka terlihat adanya garis-garis yang menyebar (divergen) oleh sebab itu peristiwa ini disebut divergensi.
Banyak sebab-sebab kepunahan, antara lain karena perubahan alam sekitar yang begitu cepat yang tidak dapat diikuti dengan adaptasi/
re-adaptasi makhluk hidup tersebut, juga sebab-sebab biologik, seperti adanya peristiwa kompetisi antara organisme yang mempunyai kebutuhan sama.

Konvergensi adalah peristiwa dimana dua makhluk atau lebih menghuni tempat hidup yang sama, tetapi makhluk tersebut memiliki asal-usul yang berbeda, hubungan yang jauh tetapi kemudian karena berada dalam tempat yang sama mempunyai organ-organ yang fungsinya serupa.

Petunjuk – Petunjuk Adanya Evolusi

1. Anatomi Perbandingan
Dari studi anatomi perbandingan dapat diketabui bahwa alat-alat fungsional pada pelbagai binatang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

a. Homologi
alat tubuh yang mempunyai bentuk yang berbeda dan fungsinya berbeda namun kalau diteliti mempunyai bentuk dasar sama.

b. Analogi
alat-alat tubuh yang mempunyai bentuk dasar yang berbeda namun karena perkembangan evolusi yang konvergen alat-alat tersebut mempunyai fungsi yang sama.

2. Embriolog Perbandingan
Embrio hewan bersel banyak mengalarni kesamaan perkembangan embrio, berawal dari zygot Þ blastula Þ gastrula, kemudian mengalami diferensiasi sehingga terbentuk bermacam-macam alat tubuh.

Ernest Haeckel, mengatakan tentang adanya peristiwa ulangan ontogeni yang serupa dengan peristiwa filogeninya, dia sebut teori rekapitulasi.

Cotoh: adanya rekapitulasi adalah perkembangan terjadinya jantung pada mamalia yang dimulai dengan perkembangan yang menyerupai ikan, selanjutnya menyerupai embrio amfibi, selanjutnya menyerupai perkembangan embrio reptil.

3. Perbandingan Fisiologi
Telah diketahui ada kemiripan dalam faal antara pelbagai makhluk mulai dari mikroorganisme sampai manusia, misalnya :
• kemiripan dalam kegiatan pernafasan.
• pembentukan ATP dan penggunaannya dalam pelbagai proses kehidupan adalah serupa pada hampir semua organisme.

4. Petunjuk-petunjuk Secara Biokimia
Digunakan uji presipitin yang pada dasarnya adanya reaksi antara antigen-antibodi.
Banyaknya endapan yang terjadi sebagai akibat reaksi tersebut digunakan untuk menentukan jauh-dekatnya hubungan antara organisme yang satu dengan yang lainnya.
5. Petunjuk-petunjuk Peristiwa Domestikasi
Menguhah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat sesuai dengan keinginan manusia adalah akibat dari peristiwa domestikasi.
Contoh: penyilangan burung-burung merpati, sehingga dijumpai adanya 150 variasi burung, yang di antaranya begitu berbeda hingga dapat dianggap sebagai spesies berbeda.

6. Petunjuk-petunjuk dari alat tubuh yang tersisa
Alat-alat yang tersisa dianggap sebagai bukti adanya proses evolusi, alat-alat ini sudah tidak berguna namun ternyata masih dijumpai.
Contoh : Pada manusia :
• selaput mata pada sudut mata sebelah dalam
• tulang ekor
• gigi taring yang runcing

7. Petunjuk-petunjuk Paleontologi
Telah diketabui bahwa fosil dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi.
Contoh : Urutan fosil kuda:
dari Eohippus (kuda zaman Eosin) Þ Mesohippus Þ
Merychippus Þ Pliohippus Þ Equas (kuda zaman sekarang).

A. Pendapat Teilhard de Chardin mengenai proses evolusi
Proses evolusi dibedakan menjadi 3 tahap, yaitu:

1. Tahap Geosfer:
Tahap ini adalah tahap pra-hidup, tahap perubahan yang terutama
menyangkut perubahan tata surya.

2. fahap Biosfer:
Kalau ada tahap geosfer yang menjadi masalah adalah adanya
“loncatan” dari materi tak hidup menjadi “materi” hidup, maka pada
tahap biosfer yang dimasalahkan adalah “loncatan” munculnya
manusia.

3. Tahap Nesosfer:
Menurut Teilhard, yang penting pada makhluk, hidup dalam hal ini
manusia adalah terjadinya evolusi mengenai kesadaran batinnya yang
semakin mantap.

B. Penetapan Umur Fosil
Penetapan umur fosil dapat dilakukan 2 cara:
• Cara tidak langsung : yaitu dilakukan dengan mengukur umur lapisan
bumi tempat fosil ditemukan.
• Cara langsung : yaitu dengan mengukur umur fosil itu sendiri.

Beberapa contoh penetapan umur fosil :
1. Berdasarkan peristiwa laju erosi
2. Berdasarkan peristiwa laju sedimentasi
3. Kandungan garam
4. Penentuan umur dengan zat radioaktif

C. Evolusi Manusia
Fosil subhuman tertua adalah Australophitecus, wujudnya lebih menyerupai kera daripada manusia, kemudian muncul manusia kera dari Jawa, Pitecanthropus erectus yang hidup pada ± 500.000 tahun yang lalu, sudah lebih menyerupai manusia daripada kera, volume otaknya ± 1000 cc, sedang pada gorilla ± 600 cc dan pada manusia modern ± 1500 cc, subhuman yang lain adalah Homo neanderthalensis, makhluk ini hidup pada pertengahan akhir Pleistocene, ± 500.000 sampai 50.000 tahun yang lalu, orang beranggapan bahwa makhluk ini manusia primitif yang pertama. Secara tepat takdapat diketahui kapan manusia modern ini muncul, tetapi mungkin yang tertua adalah tengkorak Swanscombe yang umurnya 300.000 tahun dan mungkin sekali lebih tua lagi, yaitu sekitar 500.000 tahun yang lalu makhluk ini pun diduga berasal dari Pithecarthropus. Maunusia modern yang mengganti kan Homo neanderthalensis adalah manusia Cro-maguon yang hidup sekitar 50.000 – 20.000 tahun yang lalu.

Biogeografi

BIOGEOGRAFI

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persebaran flora dan fauna di permukaan bumi.

PEMBAGIAN DAERAH BIOGEOGRAFI DI DUNIA

Alfred Russel Wallace pada tahun 1876 membagi wilayah penyebaran hewan menjadi 6 yaitu:

1. Australia

2. Oriental

3. Ethiopia

4. Neotropika

5. Paleartik

6. Neartik

AUSTRALIA

Meliputi wilayah : Australia, Selandia Baru,Irian, Maluku dan Pulau-pulau di sekitar daerah Samudera Pasifik.

Jenis hewannya antara lain, kanguru, trenggiling, koala, kasuari, cendrawasih dankiwi

ORIENTAL

Meliputi wilayah :Indonesia bagian barat, Malaysia, Ceylon, Kepulauan Formosa, Filipina

Jenis hewannya antara lain: harimau, gajah, orang utan, badak bercula satu atau dua, antilop ,tapir.

ETHIOPIA

Meliputi wilayah: Afrika sebelah selatan, Madagaskar, Arabia bagian selatan

Jenis hewannya antara lain: jerapah, zebra, antilop, badak afrika ,ikan paru-paru ,babon, gorila, simpanse, lemur

NEOTROPIK
Meliputi wilayah: Meksiko bagian selatan, Amerika bagian tengah, Amerika Selatan
Jenis hewannya antara lain:trenggiling (Giant anteater), Menjangan, Babi, Antilop, Kuda, tapir

PALEARTIK
Meliputi wilayah: Eurasia, Himalaya, Persia, Afganistan, Afrika, Inggris ,Jepang

Jenis hewannya antara lain: tikus air, Bison ,Kucing kutub.

NEARTIK
Meliputi wilayah : Amerika Utara, Greenland

Jenis hewannya antara lain: Kalkun, mocking bird, Salamander, Bison, Caribau , musco

Persebaran Makhluk Hidup

Faktor-faktor yang menentukan adanya variabilitas geografik makhluk hidup yang menyebar di atas permukaan bumi ini adalah sebagai berikut.
1. Faktor lingkungan, terdiri dari lingkungan abiotik yaitu tanah, air, temperatur dan iklim di tempat itu. Lingkungan biotik adalah lingkungan antara makhluk-makhluk hidup itu sendiri.
2. Faktor sejarah, yang menurut sejarah geografi bumi ini dahulu kala hanya terdiri dari satu benua dan satu samudra. Kemudian retak dan bergeser secara sangat perlahan dan membentuk benua-benua, samudra dan lautan.
3. Faktor hambatan penyebaran. Hambatan itu terdiri antara lain daratan untuk makhluk penghuni lautan yaitu daratan atau benua dan daratan yang menyempit seperti Amerika Tengah (Costa Rica). Bagi makhluk daratan, hambatannya adalah lautan dan selat.
Ketiga faktor tersebut dapat kita sebut sebagai faktor geografik. Di samping faktor geografik masih ada faktor genetik, baik variasi yang dihasilkan dari perkawinan maupun mutasi genetik.
Geografi tumbuhan, ternyata merupakan variasi pantai tropik menuju kutub yang sama dengan variasi dari pantai tropik ke puncak gunung, yaitu daerah tropis berhutan lebat, subtropis hutannya agak menipis, dan pada daerah beriklim dingin terdapat padang rumput atau hutan cemara dan pakis, serta daerah dekat kutub terdiri dari taiga kemudian tundra dan lumut. Di kutub tak ada tumbuhan.
Geografi hewan, terbagi enam daerah geografik, sebagai berikut.
1. Eropa dan Asia Utara disebut Palaeartic, dihuni antara lain oleh bison dan rusa rein.
2. Afrika dan Arab disebut Ethiophian, dihuni antara lain oleh gajah Afrika, jerapah dan gorila.
3. Australia dan sekitarnya, dihuni antara lain oleh kangguru, koala, wombat.
4. India sampai Indonesia disebut daerah Oriental, dihuni oleh antara lain harimau, gajah India dan kerbau.
5. Daerah Amerika Utara dan sekitarnya disebut Nearctic, dihuni oleh bison dan semacam rusa rein yang disebut Caribau.
6. Daerah Amerika Selatan disebut Neotropical dihuni antara lain oleh tapir dan monyet Howler.

sumber: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/keanekaragaman-makhluk-hidup-dan-persebarannya/

Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
a) Daerah Tropik

         memiliki ciri beriklim panas, matahari bersinar sepanjang tahun, perubahan suhu antara Jahuari hingga Desember sangatlah sedikit, curah hujan sangat tinggi. Terdapat ribuan spesies tumbuhan yang dapat membenntuk suatu hutan tropik dengan ciri-ciri sebagai berikut :

Pohon-pohonnya besar dan tinggi, dapat mencapai 20-40 m
Cabang pohon panjang dan banyak, membentuk naungan pohon yang luas
Di dalam naungan pohon hidup tumbuhan yang menempel (epifit) yang melakukan adaptasi dengan lingkungan kering karena hidup dari air dan curah hujan yang dikandung cabang atau dahan tempat menempel
Tanah dibawah naungan hampir tidak pernah mendapatkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tanaman merambat, menjalar ke atas. Misalnya rotan
Di lapisan terbawah, hidup lumut dan rumput sebagai makanan hewan kecil.
Didalam hutan tropis yang lebat, terdapat beraneka ragam binatang, mulai dari bakteri pembusuk dalam tanah, burung, kera, sampai harimau dan binatang besar lainnya. Sedangkan tumbuhan yang hidup dalam tumbuhan ini, memiliki ciri : berukuran kecil, tumbuh ketika hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama, tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya.

Ciri lingkungan abiotiknya : suhu udara pada siang hari sangat tinggi, sekitar 50oC sedangkan pada malam hari dapat mencapai 0oC. kelembapan udara sangat rendah, penguapan air sangat tinggi, yang berakibat pada tanahnya yang tandus.

b) Daerah Sub-Tropik

merupakan iklim sedang. Terdapat 4 musim : musim panas, musim gugur, pusim dingin dan musim semi.    Curah hujannya sepanjang tahun, sekitar 75-100cm/tahun. Karena curah hujan yang sedikit, menyebabkan tumbuhnya bermacam-macam rumput. Tanahnya banyak mengandung humus, karena daun dan rumput cepat mati dan membusuk ketika musim gugur.

Ciri Biomanya : Hutannya merupakan hutan luruh, Gugurnya daun merupakan persiapan datangnya musim dingin dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai. Pada musim dingin terdapat salju, jumlah tumbuhan jauh lebih sedikit, dan jarak antar pohon tidak rapat dan tidak ada perdu di bawahnya.

c) Daerah Kutub

Daerah ini, pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari. Pada musim dingin, matahari kurang dari 12 jam sehari. Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdisi dari satu spesies (homogen). Pohon khasnya adalah konifer, dan hewan yang hidup disekitar hutan taiga seperti moose, beruang hitam, dan marten.

Di belahan utara, terdapat tundra. Daerah ini mendapat sedikit energi radiasi matahari. perbedaan siang dan malam pada musim panas dan dingin sangatlah besar. Rumput tumbuh menutupi tanah, tumbuhan berbiji tumbuh kerdil. Binatang khas daerah ini adalah rendeer, beruang putih,  musk axen.

Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id
Pembagian Wilayah untuk Penyebaran Binatang
Persebaran Hewan di Dunia

Asal Mula Kehidupan di Bumi

Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil. Fosil telah menjadi bukti yang paling kuat untuk menjelaskan tentang kejadian makroevolusi. Makroevolusi merupakan perubahan dalam skala besar diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Kebanyakan fosil ditemukan tertanam dalam batuan sediment. Melalui prose alami yang panjang, sediment-sedimen dapat tersusun secara berlapis-lapis membentuk strata (tingkatan). Setiap lapisan strata, disebut catatan fosil berguna bagi ilmuwan untuk menjelaskan sejarah kehidupan dibumi. Studi kasus yang mempelajari catatan fosil disebut paleontology. Dibawah ini adalah beberapa teori asal mula kehidupan dibumi.
Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan hangat dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi mengadakan kondensasi atau lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Bagian yang berbentuk cair membentuk samudera atau hidrosfer, sedangkan bagian yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer.
       Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup melangsungkan kehidupannya disebut biosfer. Dalam kehidupan makhluk hidup tersebut, terbentuk suatu sistem hubungan antara makhluk hidup dengan materi dan energi yang mengelilinginya.
Ciri – ciri sebuah benda hidup atau makhluk hidup ialah :
1.  Melakukan pertukaran zat atau metabolisme, yakni adanya zat yang masuk dan keluar.
2.  Tumbuh atau bertambah besar karena pertambahan dari dalam dan bergerak.
3.  Melakukan reproduksi atau berkembangbiak.
4.  Memiliki irabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan itu.
5.  Memiliki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap lingkungan.
Secara perlahan-lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Yang berbentuk cair membentuk samudra atau hidrosfer, yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer. Pada saat ini kulit bumi tersebut dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam. Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup itu kita sebut biosfer.
Banyak terdapat teori maupun paham-paham yang dikemukakan oleh para ilmuan mengenai teori awal mula kehidupan di dunia. Namun semuanya belum dapat memberikan jawaban yang pasti. Sebenarnya sudah sejak zaman Yunani Kuno manusia berusaha memberikan jawaban terhadap awal mula kehidupan di muka bumi ini. Namun, jawaban itu umumnya hanya berupa dongeng atau mitos belaka. Berikut ini dikemukakan beberapa teori-teori awal mula makhluk hidup di dunia, sebagai bahan kajian kita untuk mengenal lebih jauh sejarah awal mula kehidupan di dunia.
Usia Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas bumi barulah sekitar 2000 tahun, dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana.
Hal itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Dengan metode itu pula diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang telah menunjukan tanda – tanda kehidupan atau fosil.

Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan para ahli tidak terlepas dari cara penalaran seseorang dari zaman ke zaman, oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak kurang tepat kedengarannya. Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar bila ditinjau dari segi logika.

Berikut beberapa hipotesis atau teori tentang dari mana asal kehidupan di Bumi :
1.    Hidup dari Tuhan
Pendapat ini lebih dikenal dengan paham, Penciptaan Khusus yang mengandung arti bahwa Tuhan langsung turun tangan. Ilmuwan Tidak menolak anggapan ini, tetapi semacam itu diluar taraf dan batas ilmu pengetahuan. Pendapat ini dikenal dengan sebutan Teori Transedental , yang berpendapat bahwa semua ciptaan dari sisi “Religi “ adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan itu luar jangkauan sains.

Teori Asal-usul Kehidupan di Bumi
·         Teori Kosmozoa
Teori ini menerangkan adanya kehidupan di bumi kita dengan mengandaikan bahwa kehidupan dibawa kemari dari tempat lain di alam semesta, boleh jadi tergabung dalam meteorit yang jatuh.
·         Teori Pfluger
Teori ini menyatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen terbentuk senyawa Cyanogen (CN). Senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya terbentuk zat protein pembentuk protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup.
·         Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup dapat muncul dari kondisi ysng cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila fase keadaan kompleks itu tercapai akan muncullah hidup.
·         Teori Allen
Teori ini menyatakan bahwa pada saat keadaan fisis bumi ini seperti’ keadaan sekarang, beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam genangan air di muka bumi akan membentuk zat-zat yang difus yang akhirnya membentuk protoplasma benda hidup.
·         Teori Transendental
Teori ini merupakan jawaban secara religi bahwa benda hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan Yang Maha Kuasa di luar jangkauan sains.

Perubahan secara bertahap dari semua makhluk hidup itu, terjadi perlahan dan terus – menerus dan disebut dengan evolusi. Evolusi yang terjadi di bumi ini tidak berlangsung secara cepat tapi bertahun – tahun dan sampai sekarang kehidupan dibumi berlangsung Dibawah ini adalah beberapa Zaman asal mula kehidupan dibumi bumi :

1. Era arkea /archean (4600-2500 juta tahun)

Pada era arkean bumi terbentuk melalui proses evolusi biokimiawi yang selanjutnya proses tersebut menghasilkan sel pertama dan menghasilkann organisme pertama.

2. Era proteozoikum/proterozoic (2500-544 juta tahun)

Pada era ini bumi terbentuk melalui sel prokarya, lalu sel prokarya menghasilkan bakteri penghasil oksigen yg berguna bagi seluruh kehidupan manusia.Selain itu bumi juga terbentuk melelui sel eukaryota pertama yg mengahasilkan protista yg terbagi menjadi ;profita,protozoa,hewan overtabrata muncul.

3. Era Palezoikum/paleozoic (544-250 juta tahun)

Pada zaman ini muncul hewan hewan bertulang belakang seperti arthropoda, vertebrata. contoh : ikan, reptil dan fungi

4. Era Mesozoikum/mesozoic (250-60 juta tahun)

Pada zaman ini muncul hewan – hewan dinosaurus kecil lalu besar dan lama kelaman pada zaman ini semua hewan dinosaurus punah

5. Era senozoikum/cenozoic (65 juta tahun)

Pada zaman ini mulai muncul mamalia kecil dan tak lama muncul mamalia besar . dan pada eara ini muncul hewan primata seperti monyet ,karena monyet merupakan nenek moyang manusia yg disebut manusia purba lalu muncul manusia pertama dan muncul manusia modern

Friday, 9 May 2014

KREATIFITAS MOBIL LISTRIK YANG ADA DI INDONESIA



BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Kreativitas adalah suatu anugerah yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dalam kata lain, individu sebagai dasar untuk memberikan kreativitasnya kepada orang lain sehingga menghasilkan inovasi-inovasi yang baru dan up to date. Secara konvensional Kreativitas didefinisikan dengan pendekatan tiga P yaitu: Pribadi yang kreatif, proses kreatif, dan produk kreatif (Barron 1988 dalam Davis 1993:39). Kemudian timbul pandangan baru yang menyatakan bahwa pendekatan press juga penting untuk memahami Kreativitas (Isaksen 1987; Mooney 1963; Taylor 1988 dalam Davis 1993:39).
Kemajuan teknologi dan kreativitas memunculkan ide-ide yang membuat kehidupan ekonomi menjadi lebih baik. Sebagai contoh “Mobil listrik”. Mobil listrik udah menjadi trend sekaligus kebutuhan di Indonesia. Para mahasiswa berbondong-bondong membuat mobil listrik serta menyempurnakannya. Makin sedikit jumlah pasokan minyak mentah dan semakin tinggi permintaan kendaraan beroda dua atau lebih. Mobil listrik menjadi kendaraan yang ramah lingkungan, efisien, serta tidak memerlukan biaya lebih untuk perawatan.
Pada abad ke-21 mobil listrik menjadi salah satu mode transportasi yang memungkinkan pengendaranya untuk meminimalisir langkanya bahan bakar minyak yang semakin sedikit serta mengurangi polusi udara yang semakin hari semakin berpolusi. Mobil bermerek Selo contohnya. Mobil yang diproduksi oleh Mahasiswa Universitas Gajah Mada tersebut mampu berlari dengan kecepatan 220 km per jam dengan sekali pengisisan baterai bisa menempuh jarak 250 km. Kreatifnya para Mahasiswa memunculkan pertanyaan, apakah trend mobil listrik di Indonesia akan bertahan atau tidak? Pertanyaan ini bisa menyimpulkan bahwa kreatifitas bisa saja terhenti sementara, lalu dimasa-masa yang terhenti itu para Mahasiswa mengembangkan inovasi yang bertujuan untuk menarik kembali trend tersebut.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka penulis merumuskan beberapa permasalahan, diantaranya:
1. Apa yang yang menjadikan trend mobil listrik di indonesia?
2. Apa manfaat dari mobil listrik buatan Indonesia?
3. Bagaimana caranya untuk bersaing mobil listrik buatan Indonesia dengan buatan luar Negeri?



C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui penyebab trend mobil listrik di Indonesia
2. Untuk mengetahui manfaaat dari mobil listrik di Indonesia
3. Untuk mengetahui cara bersaing mobil listrik buatan Indonesia dengan buatan luar Negeri
D. Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun dengan menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I Pendahuluan, yang meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan. BAB II landasan teori, mencakup pengertian kreativitas, dan ciri-ciri kreativitas. BAB III pembahasan, meliputi trend yang ada di Indonesia dan kemajuan kreativitas yang ada di Indonesia. BAB IV kesimpulan


















BAB II
Landasan Teori
A. Pendekatan Pribadi Kreatif
Pribadi kreatif didefinisikan sebagai tindakan yang muncul darikeunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Hullbeck 1945 dalam Utami Munandar 1980, 1999:26)
Menurut Steinberg (1988) terdapat tiga segi dalam kreativitas. Ia menyatakan kreativitas adalah pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis, yaitu: intelegensi, gaya kognisi dan kepribadian atau motivasi. Secara bersamaan tiga segi pikiran tersebut membantu memahami apa yang melatar belakangi individu yang kreatif (Steinberg dalam Davis 1993: 40).
1. intelegensi; adalah sesuatu yang menekankan pada kemampuan verbal, pemikiran yang lancar, pengetahuan, perencanaan, perumusan masalah, representasi mental, keterampilan membuat keputusan dan keseimbangan serta intelektual secara umum. (Steinberg 1988, 1991 dalam Davis 1993: 41)
2. gaya kognisi; didapat pada seseorang yang menunjukan kelonggaran dari keterkaitan pada aturan konvensi, suatu pilihan untuk membuat aturan sendiri dan mengerjakan sesuatu dengan caranya sendiri, kegemaran pada masalah yang tidak terlalu terstruktur, kesukaan menulis, membuat desain, mencipta, tertarik pada pekerjaan yang menuntuk kreativitas seperti ilmuwan, artis (Steinberg 1988, 1991 dalam Davis 1993: 42)
3. Dimensi kepribadian/motivasi; meliputi ciri-ciri kreatif: toleransi terhadap kebermaknaan ganda, kelenturan, dorongan untuk berprestasi dan mendapatkan pengakuan, keuletan dalam menghadapi rintangan, keinginan untuk mengembangkan kinerja yang kreatif, pengambilan resiko yang moderat (Steinberg 1988, 1991 dalam Davis 1993: 43).
B. Pendekatan Proses Kreatif
Torrance (1955, 1988) Kreativitas didefinisikan sebagai proses yang menyerupai langkah-langkah dalam metode ilmiah, yaitu:
1. Memahami adanya kesulitan, masalah kesenjangan informasi, elemen yang hilang, sesuatu yang menyimpang
2. Memperkirakan dan merumuskan hipotesis tentang perbedaan-perbedaan
3. Menilai dan mengetes perkiraan dan hipotesis
4. Memperbaiki dan mengetes kembali
5. mengkomunikasikan hasil (Torrance 1988 dalam Davis 1993: 43)
Devinisi Torrance tersebut bersifat unik karena meliputi seluruh langkah-langkah relatif mulai dari menemukan masalah sampai dengan menyampaikan hasil

C. Pendekatan Pendorong kreatif
Pendekatan kreativitas terfokus pada dorongan kreatif, sosial dan lingkungan psikologi. Berarti terdapat dua macam dorongan yaitu internal maupun eksternal. Dorongan internal merupakan: inisiatif yang dimainfestasikan dengan dorongan untuk keluar dari seluruh pemikiran yang biasa. Mengenai dorongan dari lingkungan, ada lingkungan yang tidak menghargai imajinasi atau fantasi dan menekan kreatifitas dan inovasi.


Ciri-ciri Kreatif
1. Dorongan ingin tahu yang besar
2. Sering mengajukan pertanyaan yang baik
3. Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah
4. Bebas dalam menyatakan pendapat
5. Mempunyai rasa keindahan
6. Menonjol dalam salah satu bidang seni
7. Mempunyai pendapat sendiri dan mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh orang lain
8. Rasa humor tinggi
9. Daya imajinasi kuat
10. Keaslian yang tinggi dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya
11. Dapat bekerja sendiri
12. Senang mencoba hal-hal baru
13. Kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan







BAB III
Pembahasan
Disini kita mempertimbangan pendekatan dari luar atau pendekatan eksternal. Tuntutan dari luar memaksa pribadi untuk menciptakan produk yang bermanfaat, mempunyai seni atau keindahan atau estetika. Terkadang kreatifitas dikaitkan dengan individu yang mempunyai pendidikan yang baik dan layak, padahal seseorang yang tidak berpendidikan-pun bisa berfikir kreatif. Seorang montir misalnya, ketika dia tidak ada spare part untuk mobil A yang berasal dari Eropa maka montir mensiasatinya dengan mengambil spare part dari mobil B yang berasal dari Eropa. Ini membuktikan pengalaman yang menjadikan orang lebih kreatif serta mengaplikasikannya menjadi sebuah karya yang nyata.
Pada saat tertentu pemecahan masalah seperti bagaimana kita keluar dari hal yang sebelumya tidak ada menjadi ada. Seperti contoh pencipta bola lampu Thomas Alva Edison menciptakan bola lampu yang sebelumnya terpikirkan, lalu mencoba mulai dari desain, cara kerja, alat dan bahan yang dibutuhkan serta merangkainya. Tidak hanya dirakit saja, namun harus bisa dijalankan atau digunakan agar produk atau barang tersebut dapat bermanfaat. Setelah lebih dari 100 kali Thomas Alva Edison mencoba bahan apa yang cocok untuk kawat wolfram. Akhinya disaat waktu yang tidak diduga-duga benang yang berada di lengan Thomas terbakar dan gosong, akhirnya dia mencoba memasukan benang tersebut kedalam lampu wolfram dan alhasil lampu tersebut menyala. Ini membuktikan bahwa suatu penemuan atau inovasi bisa  tercipta karena adanya unsur ketidak sengajaan dan kegagalan yang berkali-kali.
Mobil listrik buatan Indonesia menjadi contoh kasus yang menarik. Pembuatan mobil yang menggunakan listrik sangat efisien dan ramah lingkungan. Itulah mengapa mobil listrik menjadi trend di Indonesia. Secara umum kreativitas muncul karena adanya rasa ingin tahu. Rasa itulah yang membuat manusia berfikir bahwa ide harus dituangkan melalui serangkaian hal yang nyata. Tidak hanya kreatif dan inovasi saja, bentuk dari motivasi sangat penting untuk terciptanya sebuah produk.
Peran penting dari motivasi intrinsik digambarkan oleh Amabile. Dalam model komponen yang terdiri dari tiga komponen penting:
1. Keterampilan dalam ranah yang relevan yang mengacu pada pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang berkaitan dengan ranah khusus dimana seorang kreatif tertarik
2. Keterampilam yang relevan dengan kreatifitas yang mengacu pada kemampuan kognisi, seperti kemampuan berfikir divergen, sebaik seperti ciri-ciri kepribadian yang terbuka terhadap pengalaman, kecondongan mengambil resiko, toleransi yang besar terhadap kebermaknaan ganda
3. Motivasi intrinsik yang mengacu pada keinginan untuk melakukan suatu tugas yang masih dipertanyakan. Tanpa adanya motivasi intrinsik ini, ia akan mengalami kesulitan untuk tetap pada jalurnya atau pendapatnya terutama dengan banyaknya hambatan yang ia hadapi, misalnya hadiah eksternal yang mempengaruhi untuk meninggalkan idenya .
Segala ide maupun hasil dari sebuah ide tentunya mempunyai manfaat. Kebutuhan melahirkan sebuah manfaat yang berguna. Manfaat dari mobil listrik buatan Indonesia adalah berkurangnya polusi serta memajukan teknologi yang terbarukan. Anak-anak Indonesia menjadi termotivasi untuk menciptakan hal yang baru, berinovasi, serta mengupayakan lingkungan agar tetap bersih. Jika kita mengkalkulasikan harga mobil listrik dengan mobil berbahan bakar bensin tentunya mobil listrik yang unggul. Jika 1 liter bensin bisa menempuh jarak 20 km, maka dalam 20 liter hanya mampu jalan sekitar 400 km saja. Bayangkan 1 liter bensin harganya 5.000 rupiah, uang yang harus kita keluarkan adalah 100.000. Jika kita menggunakan mobil listrik, kita hanya perlu mengeluarkan biaya yang dibebankan ke listrik tersebut.
Industri otomotif di indonesia telah jauh-jauh hari mempertimbangkan adanya mobil listrik. Mobil listrik menjadi kendaraan alternatif sekaligus investasi yang sangat menjanjikan. Persaingan mobil yang berbahan bakar bensin menuntut kreasi yang baru dan original dari pendahulunya. Maka, target pemerintah dari BBM bersubsidi menjadi BBM non subsidi menimbulkan pro dan kontra. Hadirnya mobil yang ramah lingkungan dan efisien menarik masyarakat Indonesia untuk memiliki mobil listrik. Di Indonesia sendiri belum ada industri besar yang membuat mobil listrik. Hanya para Mahasiswa serta orang tertentu yang mempunyai kreatifitas tinggi mampu membuat mobil listrik yang diproduksi berskala kecil. Kedepannya pemerintah Indonesia ingin mengekspor mobil listrik pada jumlah bersekala besar.


















BAB IV
Kesimpulan
Adanya kreatifitas, inovasi, dan motivasi dalam bidang teknologi sangat mempengaruhi trend yang ada di Indonesia. Manfaat dari mobil listrik buatan Indonesia adalah meminimalisir polusi udara serta menyediakan lapangan pekerjaan. Persaingan di Indonesia di industri otomotif sangat tinggi. Mengingat peminat mobil listrik sudah banyak, namun produksi yang kurang menjadikan investor tidak ingin menanamkan modalnya pada industri mobil listrik.
Saran
Saran
Untuk Pemerintah sangat penting dalam membangun masyarakat yang kreatif. Maka, harus disediakannya ruang untuk para kreator dan inovator untuk menuangkan idenya demi kemajuan bangsa Indonesia.
Untuk Mahasiswa disarankan untuk menggali kreatifitas yang mengandung manfaat bagi orang banyak. Jangan mudah menyerah untuk suatu hal yang akan menjadi kenyataan. Dalam perspektif yang berbeda tidak ada kata untuk mengalah demi sesuatu yang bersifat kebaikan