Thursday, 3 July 2014

Persebaran Makhluk Hidup

Faktor-faktor yang menentukan adanya variabilitas geografik makhluk hidup yang menyebar di atas permukaan bumi ini adalah sebagai berikut.
1. Faktor lingkungan, terdiri dari lingkungan abiotik yaitu tanah, air, temperatur dan iklim di tempat itu. Lingkungan biotik adalah lingkungan antara makhluk-makhluk hidup itu sendiri.
2. Faktor sejarah, yang menurut sejarah geografi bumi ini dahulu kala hanya terdiri dari satu benua dan satu samudra. Kemudian retak dan bergeser secara sangat perlahan dan membentuk benua-benua, samudra dan lautan.
3. Faktor hambatan penyebaran. Hambatan itu terdiri antara lain daratan untuk makhluk penghuni lautan yaitu daratan atau benua dan daratan yang menyempit seperti Amerika Tengah (Costa Rica). Bagi makhluk daratan, hambatannya adalah lautan dan selat.
Ketiga faktor tersebut dapat kita sebut sebagai faktor geografik. Di samping faktor geografik masih ada faktor genetik, baik variasi yang dihasilkan dari perkawinan maupun mutasi genetik.
Geografi tumbuhan, ternyata merupakan variasi pantai tropik menuju kutub yang sama dengan variasi dari pantai tropik ke puncak gunung, yaitu daerah tropis berhutan lebat, subtropis hutannya agak menipis, dan pada daerah beriklim dingin terdapat padang rumput atau hutan cemara dan pakis, serta daerah dekat kutub terdiri dari taiga kemudian tundra dan lumut. Di kutub tak ada tumbuhan.
Geografi hewan, terbagi enam daerah geografik, sebagai berikut.
1. Eropa dan Asia Utara disebut Palaeartic, dihuni antara lain oleh bison dan rusa rein.
2. Afrika dan Arab disebut Ethiophian, dihuni antara lain oleh gajah Afrika, jerapah dan gorila.
3. Australia dan sekitarnya, dihuni antara lain oleh kangguru, koala, wombat.
4. India sampai Indonesia disebut daerah Oriental, dihuni oleh antara lain harimau, gajah India dan kerbau.
5. Daerah Amerika Utara dan sekitarnya disebut Nearctic, dihuni oleh bison dan semacam rusa rein yang disebut Caribau.
6. Daerah Amerika Selatan disebut Neotropical dihuni antara lain oleh tapir dan monyet Howler.

sumber: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/keanekaragaman-makhluk-hidup-dan-persebarannya/

Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
a) Daerah Tropik

         memiliki ciri beriklim panas, matahari bersinar sepanjang tahun, perubahan suhu antara Jahuari hingga Desember sangatlah sedikit, curah hujan sangat tinggi. Terdapat ribuan spesies tumbuhan yang dapat membenntuk suatu hutan tropik dengan ciri-ciri sebagai berikut :

Pohon-pohonnya besar dan tinggi, dapat mencapai 20-40 m
Cabang pohon panjang dan banyak, membentuk naungan pohon yang luas
Di dalam naungan pohon hidup tumbuhan yang menempel (epifit) yang melakukan adaptasi dengan lingkungan kering karena hidup dari air dan curah hujan yang dikandung cabang atau dahan tempat menempel
Tanah dibawah naungan hampir tidak pernah mendapatkan sinar matahari. Hal ini menyebabkan tanaman merambat, menjalar ke atas. Misalnya rotan
Di lapisan terbawah, hidup lumut dan rumput sebagai makanan hewan kecil.
Didalam hutan tropis yang lebat, terdapat beraneka ragam binatang, mulai dari bakteri pembusuk dalam tanah, burung, kera, sampai harimau dan binatang besar lainnya. Sedangkan tumbuhan yang hidup dalam tumbuhan ini, memiliki ciri : berukuran kecil, tumbuh ketika hujan turun, berbunga dan berbiji dalam ukuran kecil dan tahan lama, tumbuh pada musim penghujan tahun berikutnya.

Ciri lingkungan abiotiknya : suhu udara pada siang hari sangat tinggi, sekitar 50oC sedangkan pada malam hari dapat mencapai 0oC. kelembapan udara sangat rendah, penguapan air sangat tinggi, yang berakibat pada tanahnya yang tandus.

b) Daerah Sub-Tropik

merupakan iklim sedang. Terdapat 4 musim : musim panas, musim gugur, pusim dingin dan musim semi.    Curah hujannya sepanjang tahun, sekitar 75-100cm/tahun. Karena curah hujan yang sedikit, menyebabkan tumbuhnya bermacam-macam rumput. Tanahnya banyak mengandung humus, karena daun dan rumput cepat mati dan membusuk ketika musim gugur.

Ciri Biomanya : Hutannya merupakan hutan luruh, Gugurnya daun merupakan persiapan datangnya musim dingin dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai. Pada musim dingin terdapat salju, jumlah tumbuhan jauh lebih sedikit, dan jarak antar pohon tidak rapat dan tidak ada perdu di bawahnya.

c) Daerah Kutub

Daerah ini, pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari. Pada musim dingin, matahari kurang dari 12 jam sehari. Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdisi dari satu spesies (homogen). Pohon khasnya adalah konifer, dan hewan yang hidup disekitar hutan taiga seperti moose, beruang hitam, dan marten.

Di belahan utara, terdapat tundra. Daerah ini mendapat sedikit energi radiasi matahari. perbedaan siang dan malam pada musim panas dan dingin sangatlah besar. Rumput tumbuh menutupi tanah, tumbuhan berbiji tumbuh kerdil. Binatang khas daerah ini adalah rendeer, beruang putih,  musk axen.

Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id
Pembagian Wilayah untuk Penyebaran Binatang
Persebaran Hewan di Dunia

Asal Mula Kehidupan di Bumi

Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil. Fosil telah menjadi bukti yang paling kuat untuk menjelaskan tentang kejadian makroevolusi. Makroevolusi merupakan perubahan dalam skala besar diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Kebanyakan fosil ditemukan tertanam dalam batuan sediment. Melalui prose alami yang panjang, sediment-sedimen dapat tersusun secara berlapis-lapis membentuk strata (tingkatan). Setiap lapisan strata, disebut catatan fosil berguna bagi ilmuwan untuk menjelaskan sejarah kehidupan dibumi. Studi kasus yang mempelajari catatan fosil disebut paleontology. Dibawah ini adalah beberapa teori asal mula kehidupan dibumi.
Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan hangat dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi mengadakan kondensasi atau lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Bagian yang berbentuk cair membentuk samudera atau hidrosfer, sedangkan bagian yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer.
       Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup melangsungkan kehidupannya disebut biosfer. Dalam kehidupan makhluk hidup tersebut, terbentuk suatu sistem hubungan antara makhluk hidup dengan materi dan energi yang mengelilinginya.
Ciri – ciri sebuah benda hidup atau makhluk hidup ialah :
1.  Melakukan pertukaran zat atau metabolisme, yakni adanya zat yang masuk dan keluar.
2.  Tumbuh atau bertambah besar karena pertambahan dari dalam dan bergerak.
3.  Melakukan reproduksi atau berkembangbiak.
4.  Memiliki irabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan itu.
5.  Memiliki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap lingkungan.
Secara perlahan-lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Yang berbentuk cair membentuk samudra atau hidrosfer, yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer. Pada saat ini kulit bumi tersebut dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam. Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup itu kita sebut biosfer.
Banyak terdapat teori maupun paham-paham yang dikemukakan oleh para ilmuan mengenai teori awal mula kehidupan di dunia. Namun semuanya belum dapat memberikan jawaban yang pasti. Sebenarnya sudah sejak zaman Yunani Kuno manusia berusaha memberikan jawaban terhadap awal mula kehidupan di muka bumi ini. Namun, jawaban itu umumnya hanya berupa dongeng atau mitos belaka. Berikut ini dikemukakan beberapa teori-teori awal mula makhluk hidup di dunia, sebagai bahan kajian kita untuk mengenal lebih jauh sejarah awal mula kehidupan di dunia.
Usia Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas bumi barulah sekitar 2000 tahun, dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana.
Hal itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Dengan metode itu pula diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang telah menunjukan tanda – tanda kehidupan atau fosil.

Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan para ahli tidak terlepas dari cara penalaran seseorang dari zaman ke zaman, oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak kurang tepat kedengarannya. Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar bila ditinjau dari segi logika.

Berikut beberapa hipotesis atau teori tentang dari mana asal kehidupan di Bumi :
1.    Hidup dari Tuhan
Pendapat ini lebih dikenal dengan paham, Penciptaan Khusus yang mengandung arti bahwa Tuhan langsung turun tangan. Ilmuwan Tidak menolak anggapan ini, tetapi semacam itu diluar taraf dan batas ilmu pengetahuan. Pendapat ini dikenal dengan sebutan Teori Transedental , yang berpendapat bahwa semua ciptaan dari sisi “Religi “ adalah Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan itu luar jangkauan sains.

Teori Asal-usul Kehidupan di Bumi
·         Teori Kosmozoa
Teori ini menerangkan adanya kehidupan di bumi kita dengan mengandaikan bahwa kehidupan dibawa kemari dari tempat lain di alam semesta, boleh jadi tergabung dalam meteorit yang jatuh.
·         Teori Pfluger
Teori ini menyatakan bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan nitrogen terbentuk senyawa Cyanogen (CN). Senyawa tersebut dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi dan selanjutnya terbentuk zat protein pembentuk protoplasma yang akan menjadi makhluk hidup.
·         Teori Moore
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup dapat muncul dari kondisi ysng cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil. Bila fase keadaan kompleks itu tercapai akan muncullah hidup.
·         Teori Allen
Teori ini menyatakan bahwa pada saat keadaan fisis bumi ini seperti’ keadaan sekarang, beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi-materi. Interaksi antara nitrogen, karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur dalam genangan air di muka bumi akan membentuk zat-zat yang difus yang akhirnya membentuk protoplasma benda hidup.
·         Teori Transendental
Teori ini merupakan jawaban secara religi bahwa benda hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan Yang Maha Kuasa di luar jangkauan sains.

Perubahan secara bertahap dari semua makhluk hidup itu, terjadi perlahan dan terus – menerus dan disebut dengan evolusi. Evolusi yang terjadi di bumi ini tidak berlangsung secara cepat tapi bertahun – tahun dan sampai sekarang kehidupan dibumi berlangsung Dibawah ini adalah beberapa Zaman asal mula kehidupan dibumi bumi :

1. Era arkea /archean (4600-2500 juta tahun)

Pada era arkean bumi terbentuk melalui proses evolusi biokimiawi yang selanjutnya proses tersebut menghasilkan sel pertama dan menghasilkann organisme pertama.

2. Era proteozoikum/proterozoic (2500-544 juta tahun)

Pada era ini bumi terbentuk melalui sel prokarya, lalu sel prokarya menghasilkan bakteri penghasil oksigen yg berguna bagi seluruh kehidupan manusia.Selain itu bumi juga terbentuk melelui sel eukaryota pertama yg mengahasilkan protista yg terbagi menjadi ;profita,protozoa,hewan overtabrata muncul.

3. Era Palezoikum/paleozoic (544-250 juta tahun)

Pada zaman ini muncul hewan hewan bertulang belakang seperti arthropoda, vertebrata. contoh : ikan, reptil dan fungi

4. Era Mesozoikum/mesozoic (250-60 juta tahun)

Pada zaman ini muncul hewan – hewan dinosaurus kecil lalu besar dan lama kelaman pada zaman ini semua hewan dinosaurus punah

5. Era senozoikum/cenozoic (65 juta tahun)

Pada zaman ini mulai muncul mamalia kecil dan tak lama muncul mamalia besar . dan pada eara ini muncul hewan primata seperti monyet ,karena monyet merupakan nenek moyang manusia yg disebut manusia purba lalu muncul manusia pertama dan muncul manusia modern

Friday, 9 May 2014

KREATIFITAS MOBIL LISTRIK YANG ADA DI INDONESIA



BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Kreativitas adalah suatu anugerah yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dalam kata lain, individu sebagai dasar untuk memberikan kreativitasnya kepada orang lain sehingga menghasilkan inovasi-inovasi yang baru dan up to date. Secara konvensional Kreativitas didefinisikan dengan pendekatan tiga P yaitu: Pribadi yang kreatif, proses kreatif, dan produk kreatif (Barron 1988 dalam Davis 1993:39). Kemudian timbul pandangan baru yang menyatakan bahwa pendekatan press juga penting untuk memahami Kreativitas (Isaksen 1987; Mooney 1963; Taylor 1988 dalam Davis 1993:39).
Kemajuan teknologi dan kreativitas memunculkan ide-ide yang membuat kehidupan ekonomi menjadi lebih baik. Sebagai contoh “Mobil listrik”. Mobil listrik udah menjadi trend sekaligus kebutuhan di Indonesia. Para mahasiswa berbondong-bondong membuat mobil listrik serta menyempurnakannya. Makin sedikit jumlah pasokan minyak mentah dan semakin tinggi permintaan kendaraan beroda dua atau lebih. Mobil listrik menjadi kendaraan yang ramah lingkungan, efisien, serta tidak memerlukan biaya lebih untuk perawatan.
Pada abad ke-21 mobil listrik menjadi salah satu mode transportasi yang memungkinkan pengendaranya untuk meminimalisir langkanya bahan bakar minyak yang semakin sedikit serta mengurangi polusi udara yang semakin hari semakin berpolusi. Mobil bermerek Selo contohnya. Mobil yang diproduksi oleh Mahasiswa Universitas Gajah Mada tersebut mampu berlari dengan kecepatan 220 km per jam dengan sekali pengisisan baterai bisa menempuh jarak 250 km. Kreatifnya para Mahasiswa memunculkan pertanyaan, apakah trend mobil listrik di Indonesia akan bertahan atau tidak? Pertanyaan ini bisa menyimpulkan bahwa kreatifitas bisa saja terhenti sementara, lalu dimasa-masa yang terhenti itu para Mahasiswa mengembangkan inovasi yang bertujuan untuk menarik kembali trend tersebut.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka penulis merumuskan beberapa permasalahan, diantaranya:
1. Apa yang yang menjadikan trend mobil listrik di indonesia?
2. Apa manfaat dari mobil listrik buatan Indonesia?
3. Bagaimana caranya untuk bersaing mobil listrik buatan Indonesia dengan buatan luar Negeri?



C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui penyebab trend mobil listrik di Indonesia
2. Untuk mengetahui manfaaat dari mobil listrik di Indonesia
3. Untuk mengetahui cara bersaing mobil listrik buatan Indonesia dengan buatan luar Negeri
D. Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun dengan menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I Pendahuluan, yang meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan. BAB II landasan teori, mencakup pengertian kreativitas, dan ciri-ciri kreativitas. BAB III pembahasan, meliputi trend yang ada di Indonesia dan kemajuan kreativitas yang ada di Indonesia. BAB IV kesimpulan


















BAB II
Landasan Teori
A. Pendekatan Pribadi Kreatif
Pribadi kreatif didefinisikan sebagai tindakan yang muncul darikeunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya (Hullbeck 1945 dalam Utami Munandar 1980, 1999:26)
Menurut Steinberg (1988) terdapat tiga segi dalam kreativitas. Ia menyatakan kreativitas adalah pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis, yaitu: intelegensi, gaya kognisi dan kepribadian atau motivasi. Secara bersamaan tiga segi pikiran tersebut membantu memahami apa yang melatar belakangi individu yang kreatif (Steinberg dalam Davis 1993: 40).
1. intelegensi; adalah sesuatu yang menekankan pada kemampuan verbal, pemikiran yang lancar, pengetahuan, perencanaan, perumusan masalah, representasi mental, keterampilan membuat keputusan dan keseimbangan serta intelektual secara umum. (Steinberg 1988, 1991 dalam Davis 1993: 41)
2. gaya kognisi; didapat pada seseorang yang menunjukan kelonggaran dari keterkaitan pada aturan konvensi, suatu pilihan untuk membuat aturan sendiri dan mengerjakan sesuatu dengan caranya sendiri, kegemaran pada masalah yang tidak terlalu terstruktur, kesukaan menulis, membuat desain, mencipta, tertarik pada pekerjaan yang menuntuk kreativitas seperti ilmuwan, artis (Steinberg 1988, 1991 dalam Davis 1993: 42)
3. Dimensi kepribadian/motivasi; meliputi ciri-ciri kreatif: toleransi terhadap kebermaknaan ganda, kelenturan, dorongan untuk berprestasi dan mendapatkan pengakuan, keuletan dalam menghadapi rintangan, keinginan untuk mengembangkan kinerja yang kreatif, pengambilan resiko yang moderat (Steinberg 1988, 1991 dalam Davis 1993: 43).
B. Pendekatan Proses Kreatif
Torrance (1955, 1988) Kreativitas didefinisikan sebagai proses yang menyerupai langkah-langkah dalam metode ilmiah, yaitu:
1. Memahami adanya kesulitan, masalah kesenjangan informasi, elemen yang hilang, sesuatu yang menyimpang
2. Memperkirakan dan merumuskan hipotesis tentang perbedaan-perbedaan
3. Menilai dan mengetes perkiraan dan hipotesis
4. Memperbaiki dan mengetes kembali
5. mengkomunikasikan hasil (Torrance 1988 dalam Davis 1993: 43)
Devinisi Torrance tersebut bersifat unik karena meliputi seluruh langkah-langkah relatif mulai dari menemukan masalah sampai dengan menyampaikan hasil

C. Pendekatan Pendorong kreatif
Pendekatan kreativitas terfokus pada dorongan kreatif, sosial dan lingkungan psikologi. Berarti terdapat dua macam dorongan yaitu internal maupun eksternal. Dorongan internal merupakan: inisiatif yang dimainfestasikan dengan dorongan untuk keluar dari seluruh pemikiran yang biasa. Mengenai dorongan dari lingkungan, ada lingkungan yang tidak menghargai imajinasi atau fantasi dan menekan kreatifitas dan inovasi.


Ciri-ciri Kreatif
1. Dorongan ingin tahu yang besar
2. Sering mengajukan pertanyaan yang baik
3. Memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah
4. Bebas dalam menyatakan pendapat
5. Mempunyai rasa keindahan
6. Menonjol dalam salah satu bidang seni
7. Mempunyai pendapat sendiri dan mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh orang lain
8. Rasa humor tinggi
9. Daya imajinasi kuat
10. Keaslian yang tinggi dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya
11. Dapat bekerja sendiri
12. Senang mencoba hal-hal baru
13. Kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan







BAB III
Pembahasan
Disini kita mempertimbangan pendekatan dari luar atau pendekatan eksternal. Tuntutan dari luar memaksa pribadi untuk menciptakan produk yang bermanfaat, mempunyai seni atau keindahan atau estetika. Terkadang kreatifitas dikaitkan dengan individu yang mempunyai pendidikan yang baik dan layak, padahal seseorang yang tidak berpendidikan-pun bisa berfikir kreatif. Seorang montir misalnya, ketika dia tidak ada spare part untuk mobil A yang berasal dari Eropa maka montir mensiasatinya dengan mengambil spare part dari mobil B yang berasal dari Eropa. Ini membuktikan pengalaman yang menjadikan orang lebih kreatif serta mengaplikasikannya menjadi sebuah karya yang nyata.
Pada saat tertentu pemecahan masalah seperti bagaimana kita keluar dari hal yang sebelumya tidak ada menjadi ada. Seperti contoh pencipta bola lampu Thomas Alva Edison menciptakan bola lampu yang sebelumnya terpikirkan, lalu mencoba mulai dari desain, cara kerja, alat dan bahan yang dibutuhkan serta merangkainya. Tidak hanya dirakit saja, namun harus bisa dijalankan atau digunakan agar produk atau barang tersebut dapat bermanfaat. Setelah lebih dari 100 kali Thomas Alva Edison mencoba bahan apa yang cocok untuk kawat wolfram. Akhinya disaat waktu yang tidak diduga-duga benang yang berada di lengan Thomas terbakar dan gosong, akhirnya dia mencoba memasukan benang tersebut kedalam lampu wolfram dan alhasil lampu tersebut menyala. Ini membuktikan bahwa suatu penemuan atau inovasi bisa  tercipta karena adanya unsur ketidak sengajaan dan kegagalan yang berkali-kali.
Mobil listrik buatan Indonesia menjadi contoh kasus yang menarik. Pembuatan mobil yang menggunakan listrik sangat efisien dan ramah lingkungan. Itulah mengapa mobil listrik menjadi trend di Indonesia. Secara umum kreativitas muncul karena adanya rasa ingin tahu. Rasa itulah yang membuat manusia berfikir bahwa ide harus dituangkan melalui serangkaian hal yang nyata. Tidak hanya kreatif dan inovasi saja, bentuk dari motivasi sangat penting untuk terciptanya sebuah produk.
Peran penting dari motivasi intrinsik digambarkan oleh Amabile. Dalam model komponen yang terdiri dari tiga komponen penting:
1. Keterampilan dalam ranah yang relevan yang mengacu pada pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang berkaitan dengan ranah khusus dimana seorang kreatif tertarik
2. Keterampilam yang relevan dengan kreatifitas yang mengacu pada kemampuan kognisi, seperti kemampuan berfikir divergen, sebaik seperti ciri-ciri kepribadian yang terbuka terhadap pengalaman, kecondongan mengambil resiko, toleransi yang besar terhadap kebermaknaan ganda
3. Motivasi intrinsik yang mengacu pada keinginan untuk melakukan suatu tugas yang masih dipertanyakan. Tanpa adanya motivasi intrinsik ini, ia akan mengalami kesulitan untuk tetap pada jalurnya atau pendapatnya terutama dengan banyaknya hambatan yang ia hadapi, misalnya hadiah eksternal yang mempengaruhi untuk meninggalkan idenya .
Segala ide maupun hasil dari sebuah ide tentunya mempunyai manfaat. Kebutuhan melahirkan sebuah manfaat yang berguna. Manfaat dari mobil listrik buatan Indonesia adalah berkurangnya polusi serta memajukan teknologi yang terbarukan. Anak-anak Indonesia menjadi termotivasi untuk menciptakan hal yang baru, berinovasi, serta mengupayakan lingkungan agar tetap bersih. Jika kita mengkalkulasikan harga mobil listrik dengan mobil berbahan bakar bensin tentunya mobil listrik yang unggul. Jika 1 liter bensin bisa menempuh jarak 20 km, maka dalam 20 liter hanya mampu jalan sekitar 400 km saja. Bayangkan 1 liter bensin harganya 5.000 rupiah, uang yang harus kita keluarkan adalah 100.000. Jika kita menggunakan mobil listrik, kita hanya perlu mengeluarkan biaya yang dibebankan ke listrik tersebut.
Industri otomotif di indonesia telah jauh-jauh hari mempertimbangkan adanya mobil listrik. Mobil listrik menjadi kendaraan alternatif sekaligus investasi yang sangat menjanjikan. Persaingan mobil yang berbahan bakar bensin menuntut kreasi yang baru dan original dari pendahulunya. Maka, target pemerintah dari BBM bersubsidi menjadi BBM non subsidi menimbulkan pro dan kontra. Hadirnya mobil yang ramah lingkungan dan efisien menarik masyarakat Indonesia untuk memiliki mobil listrik. Di Indonesia sendiri belum ada industri besar yang membuat mobil listrik. Hanya para Mahasiswa serta orang tertentu yang mempunyai kreatifitas tinggi mampu membuat mobil listrik yang diproduksi berskala kecil. Kedepannya pemerintah Indonesia ingin mengekspor mobil listrik pada jumlah bersekala besar.


















BAB IV
Kesimpulan
Adanya kreatifitas, inovasi, dan motivasi dalam bidang teknologi sangat mempengaruhi trend yang ada di Indonesia. Manfaat dari mobil listrik buatan Indonesia adalah meminimalisir polusi udara serta menyediakan lapangan pekerjaan. Persaingan di Indonesia di industri otomotif sangat tinggi. Mengingat peminat mobil listrik sudah banyak, namun produksi yang kurang menjadikan investor tidak ingin menanamkan modalnya pada industri mobil listrik.
Saran
Saran
Untuk Pemerintah sangat penting dalam membangun masyarakat yang kreatif. Maka, harus disediakannya ruang untuk para kreator dan inovator untuk menuangkan idenya demi kemajuan bangsa Indonesia.
Untuk Mahasiswa disarankan untuk menggali kreatifitas yang mengandung manfaat bagi orang banyak. Jangan mudah menyerah untuk suatu hal yang akan menjadi kenyataan. Dalam perspektif yang berbeda tidak ada kata untuk mengalah demi sesuatu yang bersifat kebaikan


Friday, 11 April 2014

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar




Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar “Perkembangan alam pikiran manusia dan Metode Ilmiah”
Pendahuluan
1.1. Pengertian ilmu alamiah dasar
Matematika dari bahasa Yunani μαθηματικά – mathēmatiká adalah Studi besaran, Ruang, angka dan perubahan. Dibawah ini adalah definisi matematika menurut Para Ahli
1. A. Dadi Permana
Matematika adalah ilmu dasar yang dapat digunakan sebagai alat bantu memecahkan masalah dalam berbagai bidang ilmu, seperti: ekonomi, akuntansi, astronomi, geografi, dan antropologi
2. Ani Ismayani
Matematika adalah segala hal yang berkaitan dengan pola dan aturan dan bagaimana aturan itu dipakai untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan.
3. James dan James (1976)
Dalam kamus matematikanya mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep – konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri.
Yang dimaksud ilmu alamiah dasar adalah pengetahuan yang mempelajari gejala yang berada dalam alam semesta. Ilmu alamiah dasar juga bersifat relatif dan dapat berubah sepanjang kemajuan peradaban manusia.
1.2. Perkembangan Alam Pikiran Manusia
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang diciptakan Tuhan secara sempurna. Kesempuraan itulah yang menjadikan manusia bisa berfikir dan bertindak sesuai dengan kehendaknya. Namun, dilain sisi apakah manusia adalah makhluk yang paling kuat di dunia? Manusia adalah makhluk yang unik, karena jika kita bandingkan dengan ular, harimau, dll, manusia sama sekali tidak mempunyai senjata khusus di tubuhnya. Manusia makhluk lemah tetapi mempunyai kelebihan yang menjadi kekuatannya, yaitu pikiran/akal budi dan kemauan yang kuat. Sementara hewan atau tumbuhan tidak mempunyai apa yang dimiliki manusia. Akal pikiran dan kemauan kadang tidak sejalan. Terkadang akal pikiran bisa mengendalikan kemauan, tapi terkadang akal pikiran mengikuti kemauan. Jika ada pengaruh dari lingkungan, gunakan akal pikiran untuk mempertimbangkan baik buruknya, sehingga kemauan negatif dapat dikendalikan.
Rasa keingin tahuan manusia adalah salah satu keunikan. Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang mengembangkan pengetahuan karena akal budi dan kemauan yang dimilikinya. Cogito ergo sum, kita berfikir maka kita ada, itulah yang dikatakan Rene Descartes. Manusia pada tahap eksistensi menuangkan segala pikirannya melalui kehendak dan merealisasikannya lewat jasmani. Contoh, jika saja Thomas Alva Edison hanya memikirkan rancangan bola lampu tanpa merealisasikannya maka lampu tidak akan ada di dunia dan hanya sebatas pemikiran saja. Kelebihan manusia yang lainnya adalah rasa keingintahuan. Pada hewan pengetahuan hanya sebatas insting.
1.3. Mitos Penalaran dan Cara Memperoleh Pengetahuan
Mitos adalah sebuah imajinasi dari manusia yang berusaha untuk menerangkan gejala alam yang ada pada saat itu yang dikaitkan dengan kepercayaan akan adanya kekuatan ghaib. Namun, disebabkan oleh keterbatasan manusia dalam menjelaskan hal tersebut sehingga cenderung diidentikkan dengan seorang dewa/dewi, tokoh misteri serta sesuatu yang berbau mistis. Sehingga pengetahuan yang diperoleh bersifat subyektif.
Mitos itu timbul disebabkan antara lain karena keterbatasan alat indera manusia misalnya:
1.       Alat Penglihatan
Banyak benda-benda yang bergerak begitu cepat sehingga tak tampak jelas oleh mata. Mata tidak dapat membedakan benda-benda. Demikian juga jika benda yang dilihat terlalu jauh, maka tak mampu melihatnya.
2.       Alat Pendengaran
Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekuensi dari 30 sampai 30.000 perdetik. Getaran di bawah 30 atau di atas 30.000 perdetik tak terdengar.
3.       Alat Pencium dan Pengecap
Bau dan rasa tidak dapat memastikan benda yang dicecap maupun diciumnya . manusia hanya bisa membedakan 4 jenis masa yaitu rasa manis,masam ,asin dan pahit. Bau seperti parfum dan bau-bauan yang lain dapat dikenal oleh hidung kita bila konsentrasi di udara lebih dari sepersepuluh juta bagian. Melalui bau, manusia dapat membedakan satu benda dengan benda yang lain namun tidak semua orang bisa melakukannya.
4.       Alat Perasa
Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin namun sangat relative sehingga tidak bisa dipakai sebagai alat observasi yang tepat.
Alat-alat indera tersebut di atas sangat berbeda-beda, di antara manusia: ada yang sangat tajam  penglihatannya, ada yang tidak. Demikian juga ada yang tajam penciumannya ada yang lemah. Akibat dari keterbatasan alat indera kita maka mungkin timbul salah informasi, salah tafsir dan salah pemikiran. Untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan alat indera tersebut dapat juga orang dilatih untuk itu, namun tetap sangat terbatas. Usaha-usaha lain adalah penciptaan alat. Meskipun alat yang diciptakan ini masih mengalami kesalahan. Pengulangan pengamatan  dengan berbagai cara dapat mengurangi kesalahan pengamatan tersebut. Jadi, mitos itu dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena:
a.       Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan penginderaan baik langsung maupun dengan alat.
b.      Keterbatasan penalaran manusia pada masa itu.
c.       Hasrat ingin tahunya terpenuhi

Cara memperoleh pengetahuan

Menurut Charles Price ada 4 macam cara untuk memperoleh pengetahuan yaitu:

1.       Percaya
Seseorang akan mendapat pengatahuan karena ia percaya pada hal tersebut adalah benar.

2.       Wibawa
Sesuatu akan dianggap benar,apa bila seseorang yg berwibawa menyatakan benar

3.       Apriori
Merupakan suatu keyakinan/pendirian/anggapan sebelum mengetahuai (melihat,mendengar,menyelidiki) keadaan tertentu.

4.       Metode Ilmiah
Seseuatu dianggap ilmiah apa bila memiliki patokan yg merupakan rambu-rambu untuk menentukan benar atau salah.

2. Metode Ilmiah

Syarat dari sebuah ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tersebut haruslah ilmiah. Dalam hal ini aspek yang mencirikannya yaitu objektivitas, konsisten, dan sistematik

2.1 Langkah-langkah Operasional

Langkah langkah operasional metode ilmiah

Perumusan masalah : yang dimaksud dengan masalah disini adalah merupakan pertanyaan apa,mengapa,ataupun bagaimana tentang objek yang diteliti;

Penyusunan hipotesis:yang dimaksud dengan hipotesis adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang di tetapkan. Dengan kata lain hipotesis merupakan dugaan yang tentu saja di dukung oleh pengetahuan yang ada. Hipotesis juga dapat di pandang sebagai jawaban sementara dari permasalahan yang harus di uji kebenarannya dalam suatu observasi atau ekperimentasi.

Pengujian hipotesis: yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah di ajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. fakta-fakta ini dapat di peroleh melalui pengamatan langsung dengan mata atau teleskop atau dapat juga melalui uji coba atau ekperimentasi. kemudian fakta-fakta itu dikumpulkan melalui pengindraan.

Penarikan kesimpulan : Penarikan kesimpilan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta-fakta. Untuk melihat untuk apakah hipotesis yang di ajukan itu di terima atau tidak. Hipotesis itu dapat diterima apa bila fakta-fakta yang terkumpul itu mendukung pernyataan hipotesis. Bila fakta-fakta tidak mendukung maka hipotesis itu di tolak. Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah dan merupkan bagian dari ilmu pengetahuan

2.2. Keunggulan dan Keterbatasan

A.Keterbatasan
Dengan metode ilmiah dapat dihasilkan ilmu atau pengetahuanyang ilmiah. Dalam pengujian hipotesis, diperlukan data. Data iniberasal dari pengamatan yang dilakukan oleh pancaindera. Kitamengetahui bahwa panca indera mempunyai keterbatasan untukmenangkap sesuatu fakta. Dengan demikian maka data yang terkumpul juga tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Kesimpulan yang diambilberdasarkan data tidak benar, tentu saja juga tidak akan benar. Jadi,peluang terjadinya kekeliruan suatu kesimpulan yang diambilberdasarskan metode ilmiah tetap ada. Oleh karena itu semuakesimpulan ilmiah, atau kebenaran ilmu bersifat tentatif, artinya kesimpulan itu dianggap benar selama belum ada kebenaran ilmu yangdapat menolak kesimpulan itu. Sedangkan kesimpulan ilmiah yangdapat menolak kesimpulan ilmiah yang terdahulu, menjadi kebenaranilmu yang baru.Keterbatasan lain yaitu tidak dapat menjangkau untuk membuatkesimpulan yang bersangkutan dengan baik dan buruk atau sistim nilai,tentang seni dan keindahan, dan juga tidak dapat menjangkau untukmenguji adanya Tuhan.

B.Keunggulan
Ciri ilmiah yaitu obyektif, metodik, sistimatik dan berlaku umum olehkarena itu orang akan terbimbing sedemikian hingga padanyaterkembangkan suatu sikap ilmiah.Sikap ilmiah yaitu :
1). Mencintai kebenaran yang obyektif, dan bersikap adil
2). Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolut
3). Tidak percaya pada takhyul, astrologi maupun untung-untungan.
4). Ingin tahu lebih banyak
5). Tidak berpikir secara prasangka
6). Tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanyabukti-bukti yang nyata.
7). Optimis, teliti dan berani menyatakan kesimpulan yang menurutkeyakinan ilmiahnya adalah benar.